Feb 19 2008
Pertarungan tanpa sang raja..........
Tuesday, 19 February 2008
 
ImageThiery Henry adalah sang raja kala masih menjad skuad Arsenal .Pendukung Arsenal tidak akan menampik klaim itu.Henry berperan sebagai kreator serangan dan juga pencetak gol yang subur.Membuat gol adalah pekerjaan mudah bagi Henry.Lihatlah selebrasi yang dilakukan Henry kala mencetak gol.Karena seringnya Henry mencetak gol dengan mudah,Henry tidak merayakan sebuah gol dengan berlebihan.Henry baru merayakan sebuah gol secara ekspresif ketika gol itu dicetak dengan indah atau gol yang dihasilkan ketika melawan musuh bebuyutan Arsenal,Manchester United .
 
Apalah jadinya Arsenal tanpa Thiery Henry?.Tanpa kehadiran Thiery Henry, Arsenal menjadi klub yang mandul.Pada musim lalu,saat setengah musim Henry tidak bisa bermain karena didera cedera,Arsenal terseok-seok dalam mengarungi musim kompetisinya.Bahkan tanpa malu-malu,Cesc Fabregas sempat mengeluhkan adanya beberapa team di liga Inggris yang memperagakan pola permainan dengan bertahan secara total.Sebuah hal yang tidak pernah dikeluhkan oleh pemain-pemain lain dari klub besar Liga Inggris semisal Manchester United atau Chelsea.Pada dasarnya meskipun team lawan bertahan secara total, Mancheseter United atau Chelsea tetap akan menampilkan pola menyerang,karena itulah karakter mereka.

Setiap klub mempunyai seorang pemain sebagai patron.Skuad Arsenal sangat mengamini hal itu.Pada era sebelum 2005 patron itu ada pada diri Patrick Viera & Thiery Henry.Ketika kedua pemain itu masih bermain dalam satu team, Arsenal mencapai puncak penampilan dengan menjadi jawara Premiership secara berturut-turut di tahun 2003 dan 2004.Pada musim itu Arsenal bukan hanya menjadi klub yang perkasa,bahkan Arsenal tidak terkalahkan dalam satu musim kompetisi penuh.Arsenal tampil memikat dalam paduan akurasi,kontrol bola sempurna dan kecepatan yang memikat dalam permainan sentuhan satu dua bak permainan bola dalam game playstation.

Maka wajarlah kalau Thiery Henry meratapi kepergian Patrick Viera ke Inter Milan dengan penuh penyesalan.Patron itu beralih kepada sosok Thiery Henry seorang diri.Beban psikologis berada di pundak Henry.Henry mesti membimbing dan mengayomi sejumlah pemain muda yang baru dalam taraf perkembangan.Apalagi demi sebuah regenerasi skuad Arsenal 2003-2004 satu persatu dilepas ke klub-klub lain.Frederick Ljunberg,Robert Pires,Sol cambpel,Ashley Cole menghilang satu demi satu dari pasukan Arsene Wenger.

Melepaskan Ketergantungan team terhadap  seorang figur pemain adalah proses untuk mematangkan klub itu sendiri.Barangkali demikianlah apa yang ada di pikiran Arsene Wenger.Setelah melewati masa transisi di musim lalu,maka tanpa Henry di musim ini Arsenal cukup mantap dalam kompetisi Liga Primer.Nampaknya kematangan team sesuai keinginan Arsene Wenger telah dicapai musim ini.

Namun kematangan team dalam permainan dan beban psikologis tidak tercapai ketika Arsenal mesti bermain dalam pertandingan hidup mati di format turnamen.Bahkan dalam pertandingan dengan format turnamen di kompetisi lokal Arsenal menderita kekalahan memalukan dengan skor cukup telak.Di babak semi final Carling Cup Cesc Fabregas dan kawan-kawan kalah 5-1 dari Totenham Hotspur.Setali tiga uang di babak 16 besar Piala FA.Anak-anak muda Arsene Wenger tidak berdaya dan takluk 4-0 dari Manchester United justru ketika United tampil tanpa diperkuat sejumlah pemain kuncinya.

Sekali lagi kematangan Arsenal akan diuji oleh AC Milan dalam babak 16 besar Liga Champions pada Kamis dini hari.Sanggupkah anak-anak muda Arsenal menjalankan tugas yang dibebankan di pundaknya?Kecepatan dan kontrol bola prima Arsenal akan berhadapan dengan soliditas AC Milan yang diperkuat pemain-pemain sarat pengalaman.Dua kali sudah Manchester United dipecundangi oleh AC Milan dalam babak 16 besar Liga Champions.Carlo Anceloti sebagai pelatih berhasil meramu strategi dan mampu meredan kecepatan United dan menampilkan pertahanan yang solid meski di huni oleh pemain-pemain yang berusia tidak muda lagi.

Ada yang punya keyakinan prestasi sebuah team dalam kompetisi Liga Champions tidak lepas dari sisi historis selama sekian tahun perjalanan kompetisi Liga Champions.Itu artinya dalam babak 16 besar ini ,Arsenal tidak masuk hitungan untuk maju ke babak berikutnya.Dari sisi historis jelas di Liga Champions AC Milan jauh lebih berprestasi dibandingkan Arsenal yang pencapaian puncaknya adalah finalis Liga Champions 2006.

Selama ini Arsenal telah menjadi besar di kompetisi lokal.Arsenal juga telah sukses menjadi pengganggu atas kemapanan Mancheseter United di Liga Primer.Maka di babak 16 besar inilah waktunya untuk membuktikan apakah Arsenal hanya besar di kompetisi lokal,ataukah Arsenal memang klub yang besar di tingkat kompetisi yang lebih besar juga.Dengan kata lain apakah Arsenal hanya menonjol di "kolam kecil" Liga Inggris ,namun tidak menjadi tidak berdaya ketika mesti menyelami "danau besar" Liga Chamipions?.Tanpa sang raja mampukah Arsenal menyalakan nyalinya?.


Esha
Quote this article in websiteFavouritPrintSend to friendRelated articlesSave this to del.icio.us
This entry was posted on . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. This article was favoured 5 time. You can leave a comment. Tags: Thierry Hnery, Arsenal, analisa.
Views: 363    
Users' Comments (0)RSS feed comment

Comment an article
  Name
  Email
   URL
Available characters: 600
 Notify me of follow-up comments
This image contains a scrambled text, it is using a combination of colors, font size, background, angle in order to disallow computer to automate reading. You will have to reproduce it to post on my homepage
Enter what you see:

No comment posted



mXcomment 1.0.9 © 2007-2008 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev

Indonesia Joomla Topsites
Add to My Yahoo!
Add to Google
created by: Max
This is my Google PageRank™ - SmE Rank free service Powered by Scriptme

Author

tear-drop1.jpg
..............keasingan yang kian jauh wahai, telah kupintal semuanya. juga lagu-lagumu yang pahit tentang jendela-jendela di kota tua. kau mengintip sinar bulan menyerahkan bibir jambu itu seraya memintaku melukis kunang-kunang tapi aku digulung kelam, kekasih. rindu seolah cair terbawa matahari sedangkan cawan yang kau berikan pecah oleh nasib kemarilah, sebelum kereta itu tinggal lengking malam singgah di lengang-lengang. warung kecil tepi jalan dan ciumanku yang tak selesai. adalah kenangan yang merebut hari esok "kita hanya pejalan yang pasti tua pada saatnya!" pelangi mengabur. di ujung jalan itu airmatamu tak terjalin lagi; derai tapi di dinding kamar, lukisan cinta itu akan terus ada ( kutipan sajak Iyut Fitra dalam "SEBUAH KERETA YANG TAK PERNAH KAU KENAL")

Syndicate

Who's Online

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday205
mod_vvisit_counterYesterday213
mod_vvisit_counterThis week658
mod_vvisit_counterThis month658
mod_vvisit_counterAll28695