Di Old Trafford hari itu,6 Januari 2005,barangkali akan selalu dikenang sebagai hari paling buruk dalam karir perwasitan Mark Clatenburg.Sebuah keputusan kontorversial telah dibuat Mark Clatenburg ketika memimpin pertandingan antara Manchester United melawan Tottenham Hotspur.Berawal dari tendangan spekulasi Pedro Mendez,pemain Tottenham Hotspur dari Portugal,ke arah gawang Manchester United.Tendangan dari jarak 55 m itu gagal diantisipasi dengan baik oleh Roy Carrol,penjaga gawang MU.Pemain depan Tottenham Hotspur yang berada di area kotak penalti MU yakin bola telah melewati garis gawang.Tayangan ulang di televisi memperlihatkan bola telah memasuki gawang sekitar 1 m.Namun dalam sepersekian detik berikutnya tangan Roy Carrol berhasil menepis bola itu keluar gawang.Dan momen itulah yang membuat kenangan buruk bagi Mark Clatenburg.Mark berada cukup jauh dari mulut gawang dan Mark melihat hakim garis tidak memberikan tanda apapun.Keputusan yang diambil Mark Clattenburg sangat jelas bahwa gol tidak terjadi.Tentu saja para pemain Tottenham Hotspur melakukan protes keras,namun wasit tak mengubah keputusan telah diambil.Pertandingan akhirnya berakhir dengan skor 0-0.
Sepakbola yang telah berubah menjadi instrumen bisnis memang seperti buah simalakama.Di satu sisi sentuhan bisnis dalam sepakbola menjadikannya sebagai sebuah permainan yang atraktif dan menghibur.Bisnis dalam sepakbola juga menjadikan para pemain bola profesional di Eropa sana menikmati kehidupan makmur.Sentuhan bisnis juga yang mampu membuat klub papan atas di Liga Inggris bergelimang dengan uang.Namun sentuhan bisnis pula yang membuat pejabat FIFA dan UEFA menjadi khawatir bahwa jalur pembinaan sepakbola di Inggris tak lagi berada di jalur yang benar.Apalagi pasca kegagalan Wayne Rooney dkk di Piala Eropa lalu,kekhawatiran itu seolah menemukan buktinya.
Hari itu,23 Agustus 2007,jam menunjukkan pukul 00.00 waktu Malaysia,ketika Donald Luther Kolopita,Ketua Dewan Wasit Karate Indonesia, berjalan menuju hotelnya setelah menghadiri pertemuan wasit karate se-Asia yang bersamaan dengan diselenggarakannya Kejuaraan Karate se-Asia.Udara yang dingin membuat Donald mempercepat langkahnya.Mendadak,Donald mendadapat serangan dari belakang yang dilakukan oleh 4 orang.Belakangan diketahui 4 orang tersebut adalah anggota kepolisian Diraja Malaysia.Pengeroyokan itu membuat Donald memperoleh luka yang cukup serius,seperti ditulis Firman dalam blognya,muka bengkak,bibir pecah,tulang rusuk kanan patah,biji zakar mengeluarkan darah dan sejumlah luka-luka lain.Maklum saja pengeroyokan anggota polisi itu dilakukan dalam kondisi tangan Donald di borgol.Karena insiden itu,Indonesia akhirnya mengundurkan diri dari kejuaraan itu.
26 Mei 1999 di Stadion Nou Camp Barcelona,90 ribu pengunjung menyesaki stadion untuk menyaksikan final Liga Champion antara Manchester United dan juara Eropa 3 kali (waktu itu ) Bayern Muenchen .Setelah merajai Liga Inggris di dekade 90-an maka inilah saat pertama kalinya di bawah asuhan Sir Alex Ferguson Manchester United mencapai babak final Liga Champions.Namun asa menjadi juara Liga Champion seolah pupus,ketika pelanggaran Ronny Johnsen terhadap striker Muenchen Christian Jancker di menit ke 6 membuahkan tendangan bebas.Eksekusi Winger Bayern Muenchen,Mario Basler berhasil membuat Bayern Muenchen unggul.1-0 untuk Bayern Munchen.Hingga menjelang berakhirnya babak kedua kedudukan tidak berubah.Ketika para penonton sudah mulai meninggalkan stadion dan percaya bahwa Muenchenlah yang akan menjuarai Liga Champions,maka di masa injury time terjadilah keajaiban yang merubah segalanya.3 menit yang dikenang dalam sejarah ketika dua orang pemain pengganti Teddy Sheringham dan Ole Gunar Solkjaer membuat gol yang memberikan keunggulan bagi Manchester United.
..............keasingan yang kian jauh
wahai, telah kupintal semuanya. juga lagu-lagumu yang pahit
tentang jendela-jendela di kota tua. kau mengintip sinar bulan
menyerahkan bibir jambu itu seraya memintaku melukis kunang-kunang
tapi aku digulung kelam, kekasih. rindu seolah cair terbawa matahari
sedangkan cawan yang kau berikan pecah oleh nasib
kemarilah, sebelum kereta itu tinggal lengking
malam singgah di lengang-lengang. warung kecil tepi jalan
dan ciumanku yang tak selesai. adalah kenangan yang merebut hari esok
"kita hanya pejalan yang pasti tua pada saatnya!"
pelangi mengabur. di ujung jalan itu airmatamu tak terjalin lagi; derai
tapi di dinding kamar, lukisan cinta itu akan terus ada ( kutipan sajak Iyut Fitra dalam "SEBUAH KERETA YANG TAK PERNAH KAU KENAL")