May
03
2008
| SMS membosankan..............? |
| Saturday, 03 May 2008 | |
SMS atau layanan pesan singkat yang diselenggarakan operator telepon adalah sebuah hal yang penting.Bagi operator telepon seluler,layanan SMS adalah ladang penghasilan.Sementara bagi penggunanya SMS adalah sarana komunikasi ketika sebuah hal ingin disampaikan sementara untuk menelepon langsung terasa sangat memberatkan biayanya.Atau juga ketika sebuag hal ingin disampaikan namun agar tidak terlampau mengganggu kegiatan si penerima.Di bahagian lain SMS mungkin sarana seseorang memberikan perhatian kepada orang yang disayanginya.Jarak yang jauh diharapkan tidak menghilangkan makna keberadaan seseorang lewat SMS yang dikirimnya.
Namun tidak demikian halnya bagi teman saya.Seorang teman wanita yang maunya tidak bergaya "umum",merasa SMS adalah hal membosankan.Lebih jauh lagi SMS adalah sebuah keisengan.Seindah apapun kata yang dirangkai sebuah pesan dalam SMS tetaplah pesan yang hambar,tidak berjiwa dan tidak bisa mewakili luapan perasaan.Bagaimana tidak kalau pesan SMS yang berasal dari teman cowok yang konon menyayangi dirinya itu ternyata bunyinya sama dengan pesan SMS yang diterima rekan kerjanya.Selidik punya selidik rupanya SMS tadi diterima dari seseorang lalu diforward ke orang lain karena dianggap bagus kata-katanya.Apalagi kalau pesan SMS tadi hanya berupa pernyataan sehari-hari yang sangat umum seperti,"Sudah makan dik...?",atau kalau malam hari biasanya SMS itu akan berbunyi,"Sudah bobo....?"."Basi",begitu kata teman saya tadi.Jangankan membalasnya,untuk membacanya pun malas.
Kepraktisan memang memudahkan segalanya.Dalam hubungan antar manusia ataupun hubungan cinta khususnya,penggunaan SMS adalah sisi kepraktisan tersebut.Namun kepraktisan juga menghilangkan esensi kehangatan sebuah hubungan antar manusia.Meski sama-sama berupa tulisan,SMS adalah sangat berlainan dengan surat cinta pada tempo dulu.Baik cara penulisannya dan cara pengirimannya.Konon pembuatan surat cinta dilakukan dengan tulisan tangan yang tentu saja sangat rawan dengan kesalahan tulis.Tak heran kalau pembuatan surat cinta biasanya memakan waktu lama.Belum lagi pengrirmannya yang mesti melalaui jasa layanan pos yang biasanya makan waktu berhari-hari.Namun apresiasi si penerima surat cinta biasanya istimewa.Setidaknya hal itu tergambar dari lagu-lagu yang bertema surat cinta seperti lagu Surat Cinta-nya Vina Panduwinata tempo dulu.
Lalu apakah medium perantara sebuah pesan sebagai penentu "sukses"nya sebuah pesan di tangan penerimanya?Sesungguhnya bagaimana sepuah pesan bisa mewakili kehangatan sebuah pribadi dan curahan emosi?Nicholas Spark punya jawaban dalam novelnya "Message in the bottle".Meski pesan itu hanyalah sebuah pesan yang dimasukkan ke dalam botol untuk kemudian dihanyutkan ke laut,namun seorang wanita yang semula tidak lagi mempercayai adanya cinta menjadi tersentuh hatinya.Lebih jauh lagi pesan dalam botol tersebut akhirnya berhasil mempertemukan pria dan wanita dalam sebuah kehidupan cinta.
Akhirnya sebuah kehangatan sikap dan ketulusan dari si pembuat pesanlah yang membuat sebuah pesan akan diterima dengan baik di tangan si penerimanya.Meski dibuat dengan cara yang susah payah namun dibuat dengan semangat kesombongan,maka sebuah pesan tidak akan diterima dengan baik.Seperti kisah Meng Ki,utusan Raja Mongolia Kubilai Khan,yang menempuh jarak ribuan mil menyeberangi lautan untuk menyampaikan pesan kepada Raja Singasari.Meng Ki mesti pulang kembali ke Mongol dengan telinga teriris karena Raja Singasari menjadi sangat marah setelah membaca pesan itu.
Dengan demikian apapun medianya entah itu melalui SMS maupun lewat media lain,sebuah pesan hanyalah sebuah sarana.Si pengirimnya yang mesti memberi "nyawa" agar SMS itu lebih berjiwa.Kalau toh kemudian si penerima tetap kurabg berkenan,maka kita tak perlu menjadi Meng Ki yang mebuat pesan dengan gegabah yang pada akhirnya hanya akan mebuat marah si penerima.
Kepraktisan memang memudahkan segalanya.Dalam hubungan antar manusia ataupun hubungan cinta khususnya,penggunaan SMS adalah sisi kepraktisan tersebut.Namun kepraktisan juga menghilangkan esensi kehangatan sebuah hubungan antar manusia.Meski sama-sama berupa tulisan,SMS adalah sangat berlainan dengan surat cinta pada tempo dulu.Baik cara penulisannya dan cara pengirimannya.Konon pembuatan surat cinta dilakukan dengan tulisan tangan yang tentu saja sangat rawan dengan kesalahan tulis.Tak heran kalau pembuatan surat cinta biasanya memakan waktu lama.Belum lagi pengrirmannya yang mesti melalaui jasa layanan pos yang biasanya makan waktu berhari-hari.Namun apresiasi si penerima surat cinta biasanya istimewa.Setidaknya hal itu tergambar dari lagu-lagu yang bertema surat cinta seperti lagu Surat Cinta-nya Vina Panduwinata tempo dulu.
Lalu apakah medium perantara sebuah pesan sebagai penentu "sukses"nya sebuah pesan di tangan penerimanya?Sesungguhnya bagaimana sepuah pesan bisa mewakili kehangatan sebuah pribadi dan curahan emosi?Nicholas Spark punya jawaban dalam novelnya "Message in the bottle".Meski pesan itu hanyalah sebuah pesan yang dimasukkan ke dalam botol untuk kemudian dihanyutkan ke laut,namun seorang wanita yang semula tidak lagi mempercayai adanya cinta menjadi tersentuh hatinya.Lebih jauh lagi pesan dalam botol tersebut akhirnya berhasil mempertemukan pria dan wanita dalam sebuah kehidupan cinta.
Akhirnya sebuah kehangatan sikap dan ketulusan dari si pembuat pesanlah yang membuat sebuah pesan akan diterima dengan baik di tangan si penerimanya.Meski dibuat dengan cara yang susah payah namun dibuat dengan semangat kesombongan,maka sebuah pesan tidak akan diterima dengan baik.Seperti kisah Meng Ki,utusan Raja Mongolia Kubilai Khan,yang menempuh jarak ribuan mil menyeberangi lautan untuk menyampaikan pesan kepada Raja Singasari.Meng Ki mesti pulang kembali ke Mongol dengan telinga teriris karena Raja Singasari menjadi sangat marah setelah membaca pesan itu.
Dengan demikian apapun medianya entah itu melalui SMS maupun lewat media lain,sebuah pesan hanyalah sebuah sarana.Si pengirimnya yang mesti memberi "nyawa" agar SMS itu lebih berjiwa.Kalau toh kemudian si penerima tetap kurabg berkenan,maka kita tak perlu menjadi Meng Ki yang mebuat pesan dengan gegabah yang pada akhirnya hanya akan mebuat marah si penerima.
Users' Comments (1) |
|
30-10-2008 16:32, dikirimin sms salah, nggak dikirimin sms salah juga yak.. hehehe.. » Reply to this comment... |
||
|
mXcomment 1.0.9 © 2007-2008 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
| < Prev | Next > |
|---|
Komentar
| Pemimpin Communicator........ |
| Masih mending kalau seperti... |
| 03/12/08 06:42 More... |
| By marsudiyanto |
| Pemimpin Communicator........ |
| yang jelas ma aku tuaan mbah... |
| 03/12/08 03:15 More... |
| By suwung |
| Pemimpin Communicator........ |
| ihihihihi salam bwt... |
| 02/12/08 20:59 More... |
| By cebong ipiet |
Favorit
- Gadis bertato naga....... (29)
- Ke Nou Camp United akan... (18)
- Watak dasar............ (10)
- Privasi....... (9)
- Iwan Fals for President,sebuah... (9)
- Tipisnya perbedaan antara benar dan... (7)
- Keikhlasan itu......... (7)
- Ketergantungan.............. (6)
- Kita,Malaysia dan Libya............... (5)
- Kompresi yang bikin error............... (5)
- More favoured...
Author
..............keasingan yang kian jauh
wahai, telah kupintal semuanya. juga lagu-lagumu yang pahit
tentang jendela-jendela di kota tua. kau mengintip sinar bulan
menyerahkan bibir jambu itu seraya memintaku melukis kunang-kunang
tapi aku digulung kelam, kekasih. rindu seolah cair terbawa matahari
sedangkan cawan yang kau berikan pecah oleh nasib
kemarilah, sebelum kereta itu tinggal lengking
malam singgah di lengang-lengang. warung kecil tepi jalan
dan ciumanku yang tak selesai. adalah kenangan yang merebut hari esok
"kita hanya pejalan yang pasti tua pada saatnya!"
pelangi mengabur. di ujung jalan itu airmatamu tak terjalin lagi; derai
tapi di dinding kamar, lukisan cinta itu akan terus ada ( kutipan sajak Iyut Fitra dalam "SEBUAH KERETA YANG TAK PERNAH KAU KENAL")
Syndicate
Who's Online






![]() | Today | 210 |
![]() | Yesterday | 213 |
![]() | This week | 663 |
![]() | This month | 663 |
![]() | All | 28700 |














Views: 423