Thu
09
Oct
2008
Image Ada batasan bahwa sebuah urusan pribadi merupakan sebuah hal yang harus dilindungi dari pengamatan publik.Ada keleluasaan untuk melaksanakan urusan pribadi tanpa adanya gangguan dari pihak lain.Ada sebuah proteksi bahwa apa yang kita kerjakan dan segala urusan personal kita hanya kita yang perlu mengetahui.Barangkali demikianlah kata "privasi" itu diterjemahkan.Maka "ruang" sebuah privasi membuat batas penegasan sampai dimana orang lain bisa masuk di dalam kehidupan seseorang.

Lalu masih adakah ruang privasi bagi seorang suami/istri terhadap pasangannya?Seorang teman mengatakan hampir mustahil menerapkan privasi seorang suami dari pengamatan istri,atau sebaliknya.Suami atau istri bukan termasuk kategori orang lain bagi pasangannya.Maka urusan suami biasanya juga diketahui istrinya.Begitu juga sebaliknya.Boleh dikata privasi dalam hubungan suami istri adalah nol.

Maka semestinya saya juga tidak harus menjadi kaget,ketika pada suatu pagi seseorang menelepon saya dengan nada menyelidik.Layar hp saya tidak memperlihatkan nama,itu berarti nomor si penelepon tidak masuk dalam database hp saya.
"Anda siapa dan di mana?".Saya pikir saya tidak perlu menjawab pertanyaan konyol ini,seseorang menelepon saya dan menanyakan identitas saya.
"Kemarin anda kirim sms ke nomor 0818xxxxxxx",demikian si penelepon melanjutkan.Saya tidak mungkin mengingat nomor telepon setiap orang,maka saya buka hp CDMA saya dan nomor itu memang ada di database saya.Nama seorang kenalan lama yang tinggal di Bandung.
"Oh,saya Esha,sekedar menanyakan kabar dan silaturahmi lebaran",jawab saya.Si penelepon kemudian memperkenalkan diri sebagai suami si pemilik nomor 0818xxxxxx.Sudah saya duga,karena si pemilik nomor waktu menikah sekitar setahun lalu juga mengundang saya.Si penelepon terdiam sejenak.Saya tunggu beberapa saat,kalau si penelepon melanjutkan pembcaraan dengan nada-nada menyelidik,maka lebih baik saya menghentikan pembicaraan yang buang-buang waktu ini.Ternyata si penelepon kemudian pamit dan mengakhiri pembicaraan.

Tidak ada properti personal dalam hubungan suami istri.Bahkan untuk properti yang membawa identitas diri sekalipun.Maka kalau si istri meneriama sms,maka sang suamipun merasa punya hak untuk membuka dan membacanya.Demikian juga sebaliknya.Saya teringat dengan cerita teman yang lain.Si teman merasa dompet adalah privasi dia.Maka berulang kali dia mengatakan kepada istrinya jangan sekali-kali membuka dompet tanpa seijinnya.Hal itu dilakukan karena hampir setiap pulang kantor,sang istri selalu rajin memeriksa dompetnya.Dan biasanya selalu disertai pertanyaan beruntun tentang pengeluaran hari ini."Masa tiap hari saya diaudit istri",begitu kata sang teman.

Belakangan saya sering menjumpai pemakaian ID YM secara bersama.Biasanya mereka adalah pasangan yang sedang berpacaran.Mereka saling bertukar password.Maka kalau ID A misalnya menyala,belum tentu si A yang online,bisa jadi pacarnya si B yang sedang online.Suatu ketika saya pernah chat dengan seorang teman melalui YM.Bukan pepmbicaraan yang terlampau penting,sekedar ngobrol sambil berhahahihi.Sampai kemudian saya merasa pembicaaran tidak seperti biasanya.Kebetulan sama memang akrab dengan si pemilik ID YM itu,jadi saya sedikit tahu karakternya.Di kemudian hari saya bari tahu,bahwa ternyata yang berada dibalik layar dan memakai ID adalah pacar sang teman.
"Kami saling bertukar password ID YM",begitu kata teman saya.
"kenapa",tanya saya.
"Biar saling percayalah",jawab teman saya."kami serius pacaran".
"jadi kalau serius pacaran mesti bertukar ID YM ya...?
"Ya..biar saling percaya....".
"Ooooo..gitu ya....".

Rupanya lintas privasi diantara 2 orang yang menjalin hubungan cinta,muaranya adalah menumbuhkan rasa saling percaya.Maka lintas privasi menyebabkan hak privasi yang biasanya hanya melekat pada seseorang kemudian menjadi hak bersama yang juga dinikmati orang yang dicintainya.Akhirnya hubungan cinta yang dijalin adalah hubungan yang berjalan diatas prasangka-prasangka.Prasangka jugalah yang membuat seseorang merasa perlu memonitor gerak langkah pasangannya.Mungkinkah menikmati cinta tanpa adanya prasangka..? Hayah.....barangkali cinta justru timbul karena adanya prasangka-prasangka.Ternyata menikmati sebuah hubungan cinta itu begitu sulitnya.
Comments
Add New RSS
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."



 
< Prev   Next >

Indonesia Joomla Topsites
Add to My Yahoo!
Add to Google
created by: Max
This is my Google PageRank™ - SmE Rank free service Powered by Scriptme

Author

tear-drop1.jpg
belum sempat kutebus cahaya, redup itu belah dari cermin.berderai menjadi lanskap malang.gurun pasir-pasir tersangai.matahari tua ke arah barat. bergelimun tanpa bayang-bayang.“aku akan pulang!" kudengar suaramu perih seperti letusan tengah malam.tapi yang kugambar kemudian, adalah sebuah kereta yang tak lagi pernah kembali.aku tak ingin melukis wajahmu yang termangu di jendelanya.pohon-pohon tertinggal.karib desah desau sunyi.rambutmu memang belum selesai kuhitung.baru sebahu gerai. atau sebatas malam terlanjur cepat.tapi langit-langitku terperangkap cermin pecah, dan seekor kunang-kunang menyiang sepi sendiri.ke sana, ke negeri yang bergelombang, “aku akan pulang!" katamu tak tertegah.tiba-tiba kubayangkan sebuah perang yang angkuh telah menunggumu.(kutipan sajak Iyut Fitra dalam "Kunang-kunang dan gambar sebuah kereta")

Syndicate

Who's Online

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday145
mod_vvisit_counterYesterday224
mod_vvisit_counterThis week369
mod_vvisit_counterThis month1390
mod_vvisit_counterAll37769