Image
Beberapa bulan silam,ketika waktu sebenarnya sudah menginjak dini hari,seorang teman cewek menelepon saya.Sejak perang tarif murah antar operator telekomunikasi,orang sudah mulai kehilangan "kesopanan" dan waktu yang tepat untuk menelepon.Maka di waktu orang sebenarnya lebih nyaman berada di balik hangatnya selimut,masih saja ada orang yang menyempatkan diri untuk menelepon dengan memanfaatkan tarif murah tadi.
"Belum tidur kan Sha...?".
"Belum.....kenapa....?",suara sengaja saya beratkan agar memberi kesan saya baru terbangun dari tidur.Padahal malam itu saya masih berkutat di depan komputer mempersiapkan bahan-bahan untuk meeting besok pagi.

Kemudian mulailah teman cewek tadi bercerita,sebentar dengan nada-nada datar,untuk kemudian mengakhiri dengan nada-nada tinggi.Apalagi kalau bukan soal cowok,makhluk beberapa bulan belakangan ini menyandang label pacar,yang ternyata mampu menghadirkan kejengkelan sehingga ada seseorang yang tak mampu memejamkan mata di dini hari itu.
"Bayangin Sha,masa dia menginap di rumah dinas mantan pacarnya",nada kecemburuan menyeruak diantara kata-katanya yang sengit.
"Nggak pa pa lah....kan tidurnya lain kamar".
"Rumah dinas itu cuma satu kamar Sha",jawabnya dengan mada yang masih tinggi."Satu ruang tamu.Mantan pacarnya tinggal sendiri di sana.Aku tanya apakah sempat melakukan hubungan sexual,dia tidak menjawab".
Saya kaget,tak menduga teman saya senekat itu menginterograsi pacarnya.Rasanya belum lama teman saya ini begitu bersemangat bercerita tentang cowoknya yang dikenalnya di sebuah media internet.

Saya terkadang takjub sekaligus heran dengan bagaimana orang menjalin hubungan cinta.Berbekal perkenalan di sebuah media internet dan tanpa disertai pertemuan intensif seseorang bisa menjalin sebuah hubungan cinta.Saya takjub ketika seseorang mampu membuat kata-kata sehingga visualisasi dirinya membuat seseorang menjadi luluh dan menaruh harapan tinggi.Saya heran ketika seseorang mampu begitu percaya kepada seseorang yang berasal dari negeri antah berantah belantara internet.Meskipun saya tak menampik ada beberapa rekan yang berhasil mempertaruhkan kepercayaan kepada cinta dunia maya,namun tak sedikit pula dari mereka yang gagal.

Cinta itu aneh dan mestinya dinikmati dengan cara aneh.Ketika sebuah hubungan cinta dijalin maka disitulah sebuah kepercayaan dan harapan dipertaruhkan.Begitu tingginya sebuah harapan,maka terkadang cinta berubah menjadi paranoid dan diliputi kekhawatiran-kekhawatiran.Akhirnya hakikat menikmati cinta menjadi teralineasi sebuah hasrat besar diri.Cinta tidak lagi berjalan secara sederhana,namun cinta menjadi rumit dan penuh kegagapan.Komitmen sebuah cinta bukan lagi mengikat hati namun menjerat dan membonsai kepekaan perasaan diri.Karena cinta mestinya bukan seperti meninggalkan sebuah mata panah di jantung yang apabila dicabut akan menghadirkan rasa perih berkepanjangan.

Ada kiasan dalam sebuah puisi,saya lupa judulnya,bahwa cinta tak ubahnya menampung air dalam tangan.Dengan melebarkan tangan,maka air akan tertampung di telapak tangan kita.Namun begitu hasrat hati ingin menggenggamnya,maka sebenanrya tak ada lagi genangan air di tangan kita.Cinta bukan sebuah perkara dimana satu pihak mendominasi pihak lain.

Lalu bagaimana caranya menguji hubungan cinta?.Drs Ashadi Siregar ,novelis "Cintaku di Kampus Biru",pernah berseloroh bahwa untuk menguji cinta seorang pacar tunggulah saat pacar berani kentut di depan kita.Maknanya adalah sebuah kepasrahan diri untuk menampilkan diri dan dinilai apa adanya tanpa mesti ada yang ditutup-tutupi.Meskipun terkadang ketika sebuah hal telah ditunjukkan apa adanya kita menjadi kehilangan selera untuk menjalin hubungan cinta.Tapi disitulah sebenarnya kadar sebuah cinta berbicara.Apakah kita mencintai apa adanya ataukah kita mencintai harapan-harapan yang kita bebankan kepadanya.

Comments
Add New RSS
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."



 
< Prev   Next >

Indonesia Joomla Topsites
Add to My Yahoo!
Add to Google
created by: Max
This is my Google PageRank™ - SmE Rank free service Powered by Scriptme

Author

tear-drop1.jpg
belum sempat kutebus cahaya, redup itu belah dari cermin.berderai menjadi lanskap malang.gurun pasir-pasir tersangai.matahari tua ke arah barat. bergelimun tanpa bayang-bayang.“aku akan pulang!" kudengar suaramu perih seperti letusan tengah malam.tapi yang kugambar kemudian, adalah sebuah kereta yang tak lagi pernah kembali.aku tak ingin melukis wajahmu yang termangu di jendelanya.pohon-pohon tertinggal.karib desah desau sunyi.rambutmu memang belum selesai kuhitung.baru sebahu gerai. atau sebatas malam terlanjur cepat.tapi langit-langitku terperangkap cermin pecah, dan seekor kunang-kunang menyiang sepi sendiri.ke sana, ke negeri yang bergelombang, “aku akan pulang!" katamu tak tertegah.tiba-tiba kubayangkan sebuah perang yang angkuh telah menunggumu.(kutipan sajak Iyut Fitra dalam "Kunang-kunang dan gambar sebuah kereta")

Syndicate

Who's Online

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday109
mod_vvisit_counterYesterday224
mod_vvisit_counterThis week333
mod_vvisit_counterThis month1354
mod_vvisit_counterAll37733