Sat
27
Sep
2008
Pada dasarnya manusia membawa membawa watak dasar yang berbeda-beda.Entah membawa watak periang atau pemurung,agresif atau malah pasif.Entah emosional atau malah penyabar.Adalah sebuah kuasa Tuhan yang meramunya sehingga watak dasar manusia mempunyai rona dan nuansa yang tidak sama.
Bolehlah sedikit kita berfikir rasis,maka akan ada penyebutan yang berbeda-beda mengenai watak dasar suku dan ras yang ada di Indonesia ini.Maka kemudian bermacam penyebutan watak dasar masing-masing suku.Suku anu disebut temperamental,suku anu cenderung lamban dalam bertindak,suku anu disebut cenderung pelit.sering terdengar sebuah ungkapan,”Orang anu memang begitu ,pelit-pelit”,atau penyebutan lainnya.
Kalau dalam sebuah organisasi, watak dasar dirumuskan dalam anggaran dasar.maka segala gerak gerik organisasi berjalan diata landasan anggaran dasar tersebut.Kalau Ikatan Pemuda Karya (IPK) yang begitu tersohor di Medan sana banyak menghimpun tukang parkir,memang begitulah anggaran dasar membentuknya.Maka kalau kemudian pada saat tertentu terjadi perebutan lahan tukang parkir,yang sering terjadi dengan ormas Pemuda Pancasila,memang demikianlah ruang lingkup geraknya.
Lain lagi dengan ormas Islam,Muhammadiyah misalnya.Sebagai ormas yang menasbihkan dirinya sebagai gerakan pembaharuan,gerak langkahnya adalah pemurnian ajaran.Maka Muhammadiyah terkonsentrasi dalam apa yang disebut pemberantasan TBC ( Tahayul,Bid,ah dan Churofat).Dalam dunia pendidikan Muhammadiyah juga mengalami kemajuan pesat dengan memiliki amal usaha yang bertebaran di seluruh Indonesia.Wajah yang ditampilkan Muhammadiyah lebih “soft”.Bahkan ketika sempat terjadi polemik dengan Daoed Yooesoef,Mentri P&K tempo dulu,yang berujung akan adanya pencabutan subsidi pemerintah ke sekolah-sekolah MuhammadiyanAR Fachrudin,ketua umum waktu itu,hanya menjawab sekolah Muhammadiyah akan tetap hidup tanpa subdidi pemerintah.Tanpa riak yang berarti.Disamping waktu itu rezim orde baru sangat kuat,Muhammadiyah memang tidak pernah menampilkan diri secara sangar.
Di lain waktu,setelah era reformasi,terbentuklan sebuah ormas Islam bernama FPI .Ormas yang satu ini membawa rona tersendiri.Yang menonjol adalah gerakan sweeping segala hal kemaksiatan.Karena yang dilakukan adalah gerakan sweeping maka dipastikan dilakukan dalam jumlah massa yang banyak dan dengan bumbu pemaksaan yang sering terjadi dengan bentuk kekerasan.Maka FPI adalah wajah sangar dalam gerakan ormas Islam.
Sederet aksi FPI sangat kental dengan lumuran kekerasan.Aksi terakhir adalah konflik dengan AKBB di Monas beberapa waktu lalu.Sulit untuk tidak mengatakan bahwa FPI berwajah keras dan arogan kalau tidak boleh disebut berangasan.Lihat saja aksi Munarman,panglima laskar FPI sebelum kemudian menghilang,Munarman dengan suara nada arogan memberi tenggat waktu kepada pemerintah untuk membubarkan Ahmadiyah.
Kekerasan itu berlanjut lagi di sidang pengadilan .Gangguan terhadap jalannya sidang sampai keributan dengan kelompok lain.Watak dasar dan karakter dasar itulah yang ada dan ditampilkan.Maka sebuah alasan provokasi,kalau toh ada,bukanlah sebuah pembenaran akan sebuah tindakan kekerasan.Maka lihatlah juga watak dasar anda dengan melihat sepak terjang FPI.Apakah anda sabar melihat sepak terjangnya.Ataukah anda benci melihat segala hal yang dilakukannya.Ataukah anda malah dendam dengan segala kekerasan ada.Allohu Akbar………ketika ucapan takbir diucapkan dnegan nada kemarahan,apa yang ada di dalam benak anda…?
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Prev | Next > |
|---|
Author
belum sempat kutebus cahaya, redup itu belah dari cermin.berderai menjadi lanskap malang.gurun pasir-pasir tersangai.matahari tua ke arah barat. bergelimun tanpa bayang-bayang.“aku akan pulang!" kudengar suaramu perih seperti letusan tengah malam.tapi yang kugambar kemudian, adalah sebuah kereta yang tak lagi pernah kembali.aku tak ingin melukis wajahmu yang termangu di jendelanya.pohon-pohon tertinggal.karib desah desau sunyi.rambutmu memang belum selesai kuhitung.baru sebahu gerai. atau sebatas malam terlanjur cepat.tapi langit-langitku terperangkap cermin pecah, dan seekor kunang-kunang menyiang sepi sendiri.ke sana, ke negeri yang bergelombang, “aku akan pulang!" katamu tak tertegah.tiba-tiba kubayangkan sebuah perang yang angkuh telah menunggumu.(kutipan sajak Iyut Fitra dalam "Kunang-kunang dan gambar sebuah kereta")
Syndicate
Who's Online






![]() | Today | 185 |
![]() | Yesterday | 224 |
![]() | This week | 409 |
![]() | This month | 1430 |
![]() | All | 37809 |




Pada dasarnya manusia membawa membawa watak dasar yang berbeda-beda.Entah membawa watak periang atau pemurung,agresif atau malah pasif.Entah emosional atau malah penyabar.Adalah sebuah kuasa Tuhan yang meramunya sehingga watak dasar manusia mempunyai rona dan nuansa yang tidak sama.







