Written by Esha Published in: Nasional, Nasional Comment Comments 0 print Print email Email
Image
Barangkali tidak banyak yang mengenal Muhammad Hasan di Tiro.Kalau toh kemudian banyak yang merasa familiar dengan nama itu,tak lain dan tak bukan adalah nama belakangnya.Benar,tokoh satu ini adalah cicit dari Tengku Cik Di Tiro pahlawan dari Aceh yang berjuang melawan kolonialisme dan imperialisme Belanda.Berbeda dengan kakeknya yang berjuang melawan Belanda,Hasan di Tiro justru berperang melawan pemerintah yang sah.

Adalah keputusan PM Ali Sastroamijoyo pada era 1950-an yang menjadi pemicunya.Keputusan Ali Sastroamijoyo melakukan pembersihan Aceh dari pemberontakan DI/TII dengan peledakan bom di desa-desa dalam wilayah Aceh,merubah pandangan Hasan di Tiro.Hasan di Tiro kemudian menyatakan diri sebagai Menteri Luar Negeri DI/TII.Sampai kemudian pada 4 Desember 1976 Hasan di Tiro mendeklarasikan Gerakan Aceh Merdeka dan selama 3 tahun memimpin langsung gerilya dari hutan melawan pemerintah RI.

Hanya 3 tahun Hasan di Tiro bersama pengikutnya,untuk kemudian secara pengecut melarikan diri ke Swedia dan menjadi warganegara di sana.Namun itu tidak melunturkan pandangan rakyat Aceh yang menokohkan hasan di Tiro sebagai simbol perlawanan.Hasan di Tiro dianggap sebagai sosok pemimpin yang akan membawa rakyat Aceh ke kesejahteraan.Tak heran kunjungan Hasan di Tiro di Aceh mendapat sambutan luas dari rakyat Aceh.Pada masa konflik GAM bahkan isu-isu kehadiran Hasan di Tiro di Aceh selalu dinantikan khalayak dengan antusias.Kompas edisi Sabtu 11 Oktober 2008 menggambarkan bagaimana sosok Hasan di Tiro begitu membius rakyat Aceh.

Dua pekan menjelang akhir November 1999,tersiar kabar bahwa Hasan di Tiro akan menghadiri HUT ke 23 GAM di Aceh.Sebelum mendarat di Aceh pesawatnya akan berkeliling Aceh terlebih dahulu.Di atas Meulaboh-Lammo pesawat akan terbang rendah agar dapat melihat apakah rakyat Aceh masih mengibarkan bendera GAM.Akibat kabar itu warga sepanjang jalur Meulaboh-Lammo membabat habis pohon-pohon di pekarangan rumahnya,agar Hasan di Tiro lebih jelas melihat warga Aceh mengibarkan bendera GAM



Tak jelas benar bagaimana heroisme Hasan di Tiro bagi rakyat Aceh.Namun ketika seorang pemimpin dianggap mempunyai niat dan komitmen tinggi untuk memberikan jalan ke arah yang lebih baik bagi rakyatnya,maka disitulah pemimpin menjadi begitu punya kharisma dan dicintai rakyatnya.Seperti halnya yang terjadi di Paraguay.Seorang Uskup Roma Katolik,Fernado Lugo Lopes,karena kedekatannya dengan rakyat kecil berhasil menumbangkan Partai Colorado yang telah berkuasa di negara itu selama 61 tahun.Fernado LUgo Mendez yang dikenal vokal memperjuangkan hak-hak petani tanpa tanah ini juga dikenal dengan sebutan "Uskup kaum Papa".Pada malam sebelum  pelantikan Fernando Lugo Mendez menyatakan akan menolak gaji presiden yang berkisar Rp 37 juta sebulan.Hal ini dilakukan karena negara Paraguay yang berpenduduk sekitar 5,6 juta jiwa adalah negara paling miskin di Amerika Latin. 

Menjadi seorang pemimpin memang di tuntut serba lebih.Menjadi pemimpin juga tak cukup dengan modal mengumbar banyak janji.Maka dalam konteks seperti itulah rakyat Aceh yang mengelu-elukan Hasan di Tiro,padahal bagi pemerintah kita dianggap sebagai pemberontak,menjadi kontras dengan keberadaan para pemimpin yang ada di sekitar kita.Para pemimpin sekarang menjadi sosok yang gampang dihujat.Jangankan untuk dielu-elukan,kedatangan seorang pemimpin terkadang malah disambut dengan sejumlah demonstrasi.

Menjadi pemimpin yang dicintai adalah sebuah kerja keras dan butuh sebuah pengorbanan.Maka sampai sejauh mana orang akan merindukan seorang pemimpin?.Memang dalam proses memilih pemimpin di masa sekarang bukanlah memilih kucing dalam karung.Kucing-kucing itu telah dibuka dan keluar dari karungnya.Masalahnya masih adakah kucing yang tidak akan mencuri lauk pauk di meja makan ketika kita tengah lengah?.
Comments
Add New RSS
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."



 
< Prev   Next >

Indonesia Joomla Topsites
Add to My Yahoo!
Add to Google
created by: Max
This is my Google PageRank™ - SmE Rank free service Powered by Scriptme

Author

tear-drop1.jpg
belum sempat kutebus cahaya, redup itu belah dari cermin.berderai menjadi lanskap malang.gurun pasir-pasir tersangai.matahari tua ke arah barat. bergelimun tanpa bayang-bayang.“aku akan pulang!" kudengar suaramu perih seperti letusan tengah malam.tapi yang kugambar kemudian, adalah sebuah kereta yang tak lagi pernah kembali.aku tak ingin melukis wajahmu yang termangu di jendelanya.pohon-pohon tertinggal.karib desah desau sunyi.rambutmu memang belum selesai kuhitung.baru sebahu gerai. atau sebatas malam terlanjur cepat.tapi langit-langitku terperangkap cermin pecah, dan seekor kunang-kunang menyiang sepi sendiri.ke sana, ke negeri yang bergelombang, “aku akan pulang!" katamu tak tertegah.tiba-tiba kubayangkan sebuah perang yang angkuh telah menunggumu.(kutipan sajak Iyut Fitra dalam "Kunang-kunang dan gambar sebuah kereta")

Syndicate

Who's Online

We have 1 guest online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday165
mod_vvisit_counterYesterday224
mod_vvisit_counterThis week389
mod_vvisit_counterThis month1410
mod_vvisit_counterAll37789