|
Enterteinment
Monday, 29 December 2008 | Esha Dalam dunia pewayangan,kita mengenal 4 tokoh punakawan yang terdiri dari Semar,Gareng,Petruk dan Bagong.Meski Semar adalah penjelmaan Batara Ismoyo yang dalam strata kayangan Jonggring Salaka... |
Terbaru
|
Dari balik jendela.....
Sunday, 10 February 2008 | Esha Manusia diturunkan ke bumi dalam keadaan telanjang.Tentunya Tuhan tidak serta merta menurunkan manusia ke muka bumi dan langsung menguasai teknologi pembuatan pakaian.Seperti juga yang dialami... |
Terpopuler
|
Dari balik jendela.....
Saturday, 06 December 2008 | Esha Memasuki akhir tahun,kondisi Mbah Kakung saya nampak segar bugar.Sebagai pemimpin nDalem Kartotinayan,tempat dimana Mbah Kakung memegang kekuasaan tertinggi,Mbah Kakung telah melaksanakan roda... |
Dari balik jendela
|
Sekitar kita.............
Thursday, 25 December 2008 | Esha Di negara kita,tumbuh subur pemeo yang menyebutkan "mencari rejeki haram saja susah apalagi mencari yang halal".Dan dalam urusan mencari rejeki haram tadi di negara kita berkembang... |
Sekitar Kita
Cari Kerja
Internet
Komputer & Internet
Ramalan Cuaca
sumber: bmg.go.id
Sepakbola
Roy Keane.....pertarungan itu telah berakhir....
05:29
Roy Keane dikenang orang sebagai sosok pemain bola yang temperamental.Sejarah takkan pernah...
05:29
Hiburan
Budi Anduk......pria paling menghibur 2008.....
09:48
Dalam dunia pewayangan,kita mengenal 4 tokoh punakawan yang terdiri dari Semar,Gareng,Petruk dan...
09:48
Mon
01
Dec
2008
Mbah Kakung saya mempunyai resep sendiri untuk calon pemimpin mendatang.Di Minggu yang terik,yang panasnya membuat orang malas untuk sekedar melangkahkan kaki ke luar rumah,Mbah Kakung duduk di kursi malas kebesarannya,kursi yang setia menemain di usia senjanya."Pemimpin sekarang ibaratnya hanphone buatan China",demikian Mbah Kakung membuka pembicaraanya.Gara-gara seorang tetangga beli hanphone China yang ada tuner televisinya,mendadak Mbah Kakung fasih berbicara soal handphone."Fasilitasnya lengkap,bentuknya menawan tapi kualitasnya kurang terjamin.Meski ada kamera,buat ambil gambar juga "bruwet",meski ada tvnya..gambarnya penuh dengan bintik-bintik.Bahkan terkadang untuk menangkap sinyal juga susah".
"Tapi kan murah Mbah,harganya terjangkau masyarakat kecil",jawab saya sekenanya."Lha iya,tapi kwalitasnya itu Nong,memprihatinkan",jawab simbah."Seperti pemimpin kita juga,penampilannya cling.Hal itu harus dihargai juga.Misalnya,sekarang para koruptor sudah digiring ke penjara,bahkan besannya pun tidak bisa menghindar dari hukum.Tapi ya itu Nong,akhirnya kita menjadi terbawa-bawa slogan bersama kita bisa.Bersama kita bisa antri minyak tanah,bersama-sama para petani berebutan pupuk".Walah..Mbah Kakung semakin menjadi pembicaraanya,malah menyindir sebuah slogan."Coba kamu pikir,semangat bersama kita bisa menjiwai para korban lumpur Lapindo,sampai mereka konvoi bersama-sama ke Jakarta hendak mengepung istana.Jadi korban bencana kok bertahun-tahun".
"Tugas pemimpin itu berat,Mbah",jawab saya."Jelas ituh....,"jawab Mbah Kakung.,Mbah Kakung sudah ketularan anak-anak ABG yang "itu" dengan tekanan tertentu sehinggu berbunyi "ituh"."Makanya seorang pemimpin mestinya bukan yang berjenis hanphone buatan China.Seorang pemimpin itu mestinya berfungsi layaknya Communicator,fungsinya banyak,gagah dan disegani banyak kalangan". "Yang seperti itu mahal lho Mbah...". "Justru itu,agar siapapun yang terpilih menghargai dengan mahal suara kita.Jangan seperti wakil rakyat di parlemen.Mereka tipikal handphone buatan China dengan operator CDMA.Penjualan murah karena sistem paket,tetapi tanpa disertai layanan purna jual.Coba pikir,setelah terpilih ,e...malah pada kreatif menjadi makelar undang-undang.Setiap ada rancangan undang-undang malah dijadikan sarana mencari duit.Dan anehnya setelah mereka terbukti melakukan korupsi,tak terdengar permintaan maaf dari parpol yang ditujukan kepada massa pendukungnya.Parpol itu hanya menjual produk tanpa menggaransi produk jualannya.Mereka tak peduli apakah produk jualannya baik atau barang rusak".Mbah Kakung tak henti-hentinya berbicara. "Kalau begini Nong,harus dilakukan perubahan mendasar,"kata Mbah Kakung berapi-api.We lha..simbah bicara bak orang sedang berkampanye. "Simbah tidak sedang kampanye kan?",tanya saya."Simbah tertular penyakit para politisi.Bicara tak ada ujungnya di saat menjelang pemilu.Kritik sana-kritik sini yang ujungnya sekedar mencari popiularitas.Biar dapat suara banyak". "Huush,kamu itu kok cara berpikirnya pendek.Sudahlah Mbah Kakung ngantuk".Mbah Kakung pergi meninggalkan saya yang masih ternganga mulutnya karena terpotong pembicaraannya.Jangan-jangan Mbah kakung tersinggung.Jangan-jangan Mbah Kakung juga mengidap sindrom tak bisa dibantah dan dikritik.Jangan-jangan demikianlah tipikal kita semua. Panas masih saja terik.Dan barangkali Mbah Kakung masih membawa pemimpin impiannya ke dalam istirahat tidur siangnya.Selalu saja begitu dari waktu ke waktu.Menjelang pemilu selalu banyak spanduk,banyak poster dan banyak orang hiruk pikuk berbicara tentang masa depan bangsa.Tak perlu kaget,karena pemilu lalu pun demikian adanya.Tak perlu menajamkan penglihatan,hari ini masih sama dengan kemarin. Catatan : Gambar dipinjam dari Orangemood .
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| Next > |
|---|
Nasional
Pemimpin Communicator........
20:58
Mbah Kakung saya mempunyai resep sendiri untuk calon pemimpin mendatang.Di Minggu yang terik,yang...
20:58
Kabar Dunia
Wajah sedap Barack Obama.......
09:38
Siapa yang masih percaya bahwa tampilan kecantikan dan ketampanan seseorang di hubungkan dengan...
09:38
Gambar Pilihan
Berlangganan
Author
belum sempat kutebus cahaya, redup itu belah dari cermin.berderai menjadi lanskap malang.gurun pasir-pasir tersangai.matahari tua ke arah barat. bergelimun tanpa bayang-bayang.“aku akan pulang!" kudengar suaramu perih seperti letusan tengah malam.tapi yang kugambar kemudian, adalah sebuah kereta yang tak lagi pernah kembali.aku tak ingin melukis wajahmu yang termangu di jendelanya.pohon-pohon tertinggal.karib desah desau sunyi.rambutmu memang belum selesai kuhitung.baru sebahu gerai. atau sebatas malam terlanjur cepat.tapi langit-langitku terperangkap cermin pecah, dan seekor kunang-kunang menyiang sepi sendiri.ke sana, ke negeri yang bergelombang, “aku akan pulang!" katamu tak tertegah.tiba-tiba kubayangkan sebuah perang yang angkuh telah menunggumu.(kutipan sajak Iyut Fitra dalam "Kunang-kunang dan gambar sebuah kereta")
Syndicate
Who's Online






![]() | Today | 162 |
![]() | Yesterday | 224 |
![]() | This week | 386 |
![]() | This month | 1407 |
![]() | All | 37786 |




Mbah Kakung saya mempunyai resep sendiri untuk calon pemimpin mendatang.Di Minggu yang terik,yang panasnya membuat orang malas untuk sekedar melangkahkan kaki ke luar rumah,Mbah Kakung duduk di kursi malas kebesarannya,kursi yang setia menemain di usia senjanya."Pemimpin sekarang ibaratnya hanphone buatan China",demikian Mbah Kakung membuka pembicaraanya.Gara-gara seorang tetangga beli hanphone China yang ada tuner televisinya,mendadak Mbah Kakung fasih berbicara soal handphone."Fasilitasnya lengkap,bentuknya menawan tapi kualitasnya kurang terjamin.Meski ada kamera,buat ambil gambar juga "bruwet",meski ada tvnya..gambarnya penuh dengan bintik-bintik.Bahkan terkadang untuk menangkap sinyal juga susah".









