Thu
11
Sep
2008
Punya hubungan kedekatan dengan presiden itu ternyata enak.Setidaknya ada dua hal yang bisa dilakukan apabila kita dekat dengan presiden.Pertama adalah karier terjamin lancar,setidaknya Presiden akan memperhatikan orang-orang yang berada di lingkaran dalamnya.Kalau karier lancar rejeki pun lancar,maka mempunyai hubungan kedekatan dengan presiden tak akan terjadi hal yang disebutkan pepatah "tikus mati di lumbung padi".Yang kedua adalah kedekatan hubungan dengan seorang Presiden bisa membuka peluang agar nama kita tercatat dalam sejarah.Bagi sebagian orang tak penting apakah sejarah mencatat sebagai hal baik atau hal buruk.Tak sedikit dengan kelihaian beberapa orang memanfaatkan kelengahan seorang presiden dan cenderung "ngapusi" demi kepentingan pribadi.
Pokoknya mempunyai hubungan kedekatan dengan seorang penguasa mendatangkan keuntungan.Enaknya kedekatan dengan Presiden itu pernah dirasakan oleh Liem Sioe Liong alias Sudono Salim.Presiden RI yang memmpunyai hubungan kedekatan dengan Sudono Salim adalah Soeharto.Hubungan itu terbina ketika Soeharto bertugas di Kodam Diponegoro.Pemberian order dan proyek-proyek dari Kodam Diponegoro kepada Sudono Salim berlanjut ketika Soeharto menjadi Presiden RI.Kebijakan-kebijakan Soeharto banyak
memberi peluang Sudono Salim untuk tumbuh besar.Pemberian hak monopoli impor cengkeh dan hak monopoli pengolahan gandum impor membuat usaha Sudono salim berkembang pesat dan merambah berbagai sektor.Sudono Salim menjadi pengusaha sukses dan tercatat sebagai salah satu manusia terkaya di Asia.
Menjadi orang terdekat presiden juga mendatangkan aura wibawa tersendiri.Tak heran kalau Suwondo alias An Peng Shui yang dikenal sebagai tukang pijat sang presiden,mampu bergaya bak seorang negosiator.Meski hanya tukang pijat,namun dengan embel-embel tukang pijat presiden,maka kata yang keluar dari mulutnya bak emas permata.Tak heran kalau Suwondo kemudian mempunyai akses ke Wakil Kepala Bulog,Ir Sapuan.Cerita kemudian berkembang ketika Suwondo berani mengatasnamakan Gus Dur dan menawarkan jabatan Kepala Bulog kepada Sapuan.Tentu saja bukan sebuah tawaran gratis.Dan ajaibnya Sapuan pun percaya,maka mengalirlah dana yang berasal dari Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bulog sebanyak Rp 35 M.Kasus itu pula yang kemudian menyeret orang-orang di lingkaran dalam Gus Dur dan menjadi bola liar yang kemudian menjadi alasan sahih bagi MPR mengakhiri pemerintahan Gus Dur.
Kedekatan hubungan dengan seorang penguasa membuka akses ke berbagai kalangan.Apalagi kalau kedekatan itu tidak semata merupakan kedekatan pribadi tapi dibarengi dengan jabatan yang diberikan kepadanya.Seperti yang terjadi pada Heru Lelono,staf khusus Otonomi Daerah di pemerintahan SBY.Akses yang dimilikinya membuat Heru Lelono merasa memiliki mukjizat untuk memporan-porandakan pikiran-pikiran kita dengan proyek-proyeknya yang bombastis.Setelah gagal merubah air menjadi bahan bakar,Heru Lelono kembali menjadi berita dengan gagalnya padi Super Toy HL2 yang digembor-gemborkannya sebagai varietas padi unggulan.Yang bikin orang menghela nafas panjang adalah proyek-proyek bombastis tadi terkesan berjalan di bawah restu SBY meski setelah gagal pihak Istana menolak keterlibatannya.
Dalam hubungan kedekatan biasanya terjalin sebuah pola hubungan yang saling memberikan manfaat dan sama-sama memperoleh keuntungan.Namun tak tertutup kemungkinan salah satu pihak lebih dominan dengan pihak lain sebagai pihak yang dimanfaatkan.Hubungan Heru Lelono dengan SBY sebenarnya merupakan hubungan yang cukup "aneh".Heru Lelono yang merupakan anggota PDIP dan pernah menjadi anggota Dewan justru merapat ke kubu SBY di Pemilu 2004.Padahal kita tahu antara SBY dan Megawati tidak terjalin hubungan yang harmonis semenjak SBY mencalonkan diri menjadi Presiden.Maka hubungan apakah yang sebenarnya terjadi antara SBY dan Heru Lelono,siapa memanfaatkan dan siapa dimanfaatkan?.Lebih jauh lagi,siapa menipu dan
siapa yang ditipu?Sebeuah kecelakan ataukah pembusukan....?
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Prev |
|---|
Author
belum sempat kutebus cahaya, redup itu belah dari cermin.berderai menjadi lanskap malang.gurun pasir-pasir tersangai.matahari tua ke arah barat. bergelimun tanpa bayang-bayang.“aku akan pulang!" kudengar suaramu perih seperti letusan tengah malam.tapi yang kugambar kemudian, adalah sebuah kereta yang tak lagi pernah kembali.aku tak ingin melukis wajahmu yang termangu di jendelanya.pohon-pohon tertinggal.karib desah desau sunyi.rambutmu memang belum selesai kuhitung.baru sebahu gerai. atau sebatas malam terlanjur cepat.tapi langit-langitku terperangkap cermin pecah, dan seekor kunang-kunang menyiang sepi sendiri.ke sana, ke negeri yang bergelombang, “aku akan pulang!" katamu tak tertegah.tiba-tiba kubayangkan sebuah perang yang angkuh telah menunggumu.(kutipan sajak Iyut Fitra dalam "Kunang-kunang dan gambar sebuah kereta")
Syndicate
Who's Online
We have 1 guest online





![]() | Today | 155 |
![]() | Yesterday | 224 |
![]() | This week | 379 |
![]() | This month | 1400 |
![]() | All | 37778 |




Punya hubungan kedekatan dengan presiden itu ternyata enak.Setidaknya ada dua hal yang bisa dilakukan apabila kita dekat dengan presiden.Pertama adalah karier terjamin lancar,setidaknya Presiden akan memperhatikan orang-orang yang berada di lingkaran dalamnya.Kalau karier lancar rejeki pun lancar,maka mempunyai hubungan kedekatan dengan presiden tak akan terjadi hal yang disebutkan pepatah "tikus mati di lumbung padi".Yang kedua adalah kedekatan hubungan dengan seorang Presiden bisa membuka peluang agar nama kita tercatat dalam sejarah.Bagi sebagian orang tak penting apakah sejarah mencatat sebagai hal baik atau hal buruk.Tak sedikit dengan kelihaian beberapa orang memanfaatkan kelengahan seorang presiden dan cenderung "ngapusi" demi kepentingan pribadi.







