Written by Esha Published in: Nasional, Nasional Comment Comments 0 print Print email Email
ImageJudul diatas tidak menyertakan kata "lama".Judul diatas juga bukan sebuah iklan yang menawarkan pengobatan kejantanan laki-laki dan sejenisnya.Tapi kata-kata di atas muncul di sisi kanan dan kiri panggung pisowanan Yogyakarta yang berlangsung di Alun-alun Utara pada hari Selasa tanggal 28 Oktober 2008 kemarin.Di Pisowanan Agung Yogyakarta itu,Sri Sultan HB X secara resmi menyatakan siap mencalonkan diri dalam pemilu 2009.Slogan itu juga merupakan sebuah awalan Sri Sultan HB X dalam memulai kampanyenya.Bandingkan dengan "Bersama kita bisa" milik SBY-JK yang ternyata menuai sambutan pada Pemilu 2004 lalu.

Dalam khayalan saya,seorang Presiden adalah sosok yang berwibawa.Dia mampu bergaul luas di dunia Internasional di mana para pemimpin-pemimpin negara lain menaruh respek kepadanya.Mantan Presiden RI,Soekarno dan Soeharto mampu melakukannya.Sayangnya,masa pemerintahannya juga mencatat sejumlah kegagalan yang kemudian berakhir buruk di akhir kekuasaanya.Saya juga mengkhayalkan seorang Presiden bukanlah seorang peragu dan gamang dalam mengambil keputusan.Dia mesti bersikap tegas dan berani mengambil dalam sikap.Dia tidak akan mudah diombang-ambingkan bermacam opini yang tak tentu arah.Saya mengkhayalkan seorang presiden yang sigap dan memimpin dengan penuh kasih sayang dan tidak "membiarkan" rakyatnya tenggelam dalam keputusasaan yang menimbulkan frustasi berkepanjangan.Begitu banyak harapan yang dinginkan dari seorang Presiden.

Dalam benak saya,saya merasa tidak perlu menjaga minat saya untuk memilih seorang calon Presiden yang peragu dalam mengambil keputusan.Tidak responsif dalam mengambil keputusan,takut dalam melangkah dan berpidato dengan sangat membosankan sehingga para pendengarnya menjadi mengantuk.Apalagi kalau calon presiden itu seorang yang sangat menyakini bahwa "diam itu emas",sementara dalam diamnya kita tidak kunjung memahami apakah diam itu akan jauh lebih efektif untuk menyelesaikan setiap masalah.Saya juga merasa bosan,ketika calon-calon presiden yang bermunculan adalah wajah-wajah usang yang tak kunjung ingin menepi dari gurihnya sebuah kekuasaan.

Sesungguhnya saya sangat menyambut gembira munculnya calon-calon presiden yang baru.Setidaknya saya masih bisa menyimpan sebuah harapan kepada calon-calon presiden baru,meski bisa jadi di kemudian hari kekecewaan mungkin saja timbul kembali.Setidaknya saya juga tidak akan terantuk kekecewaan sampai dua tiga kali kepada sebuah harapan yang terlanjur saya bebankan kepada orang yang sama.Saya juga memilih calon presiden baru,agar saya tidak perlu merasa dibohongi berkali-kali oleh sebuah janji-janji oleh orang yang sama.

Maka "Apa bisa tahan" bukanlah semboyan yang mesti kita terjemahkan secara rumit.Semboyan itu mestinya kita kembalikan ke sang empunya.Apakah Herjuno Derpito,nama kecil HB X,bisa tahan untuk tetap berpegang teguh kepada janji seperti ketika dinobatkan sebagai Sultan HB X bahwa tahta yang dipegang adalah tahta untuk rakyat.Semboyan itu sekaligus juga sebuah pertanyaan apakah Sultan HB X bisa tahan terhadap godaan panggung politik dan kompromi-kompromi persekongkokolan.Dan tak juga perlu berpikir rumit,bahwa persoalan Indonesia jauh lebih kompleks dibandingkan sebuah propinsi Yogyakarta.

Sejatinya,Sri Sultan HB X adalah seorang pemimpin tersisa yang masih dielu-elukan rakyatnya.Ketika pada bahagian lain di Indonesia,seorang pemimpin dihujat rakyatnya karena sejumlah penyelewengan,maka Sultan HB X adalah sosok yang berbeda karena masih diagungkan rakyatnya.Ketika pemimpin lain dihujat untuk diturunkan dari kekuasaannya,justru rakyat Yogyakarta sangat berkeberatan kalau Sultan HB X tidak lagi memimpin propinsi itu.

"Bersama kita bisa" telah kita lalui.Karena dimensi waktu yang berjalan merindukan sebuah perubahan,dari sebuah Propinsi kecil Sultan menyapa,"Bersama kita bisa ....apa bisa tahan....?"
Comments
Add New RSS
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."



 
< Prev   Next >

Indonesia Joomla Topsites
Add to My Yahoo!
Add to Google
created by: Max
This is my Google PageRank™ - SmE Rank free service Powered by Scriptme

Author

tear-drop1.jpg
belum sempat kutebus cahaya, redup itu belah dari cermin.berderai menjadi lanskap malang.gurun pasir-pasir tersangai.matahari tua ke arah barat. bergelimun tanpa bayang-bayang.“aku akan pulang!" kudengar suaramu perih seperti letusan tengah malam.tapi yang kugambar kemudian, adalah sebuah kereta yang tak lagi pernah kembali.aku tak ingin melukis wajahmu yang termangu di jendelanya.pohon-pohon tertinggal.karib desah desau sunyi.rambutmu memang belum selesai kuhitung.baru sebahu gerai. atau sebatas malam terlanjur cepat.tapi langit-langitku terperangkap cermin pecah, dan seekor kunang-kunang menyiang sepi sendiri.ke sana, ke negeri yang bergelombang, “aku akan pulang!" katamu tak tertegah.tiba-tiba kubayangkan sebuah perang yang angkuh telah menunggumu.(kutipan sajak Iyut Fitra dalam "Kunang-kunang dan gambar sebuah kereta")

Syndicate

Who's Online

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday160
mod_vvisit_counterYesterday224
mod_vvisit_counterThis week384
mod_vvisit_counterThis month1405
mod_vvisit_counterAll37784