Siapa yang masih percaya bahwa tampilan kecantikan dan ketampanan seseorang di hubungkan dengan warna kulit yang biasanya diidentikkan dengan warna kulit putih?.Meski banyak orang terdorong untuk percaya dengan iklan-iklan pemutih kulit dan terjebak dalam opini kasta warna kulit,namun hal ini tidak berlaku ketika membandingkan sedapnya penampilan 2 calon presiden AS dari Partai Republik dan Partai Demokrat ,John McCain dan Barack Obama .Meski berkulit hitam wajah Obama jauh lebih enak dipandang,lebih tampan dan terlihat lebih bersahabat dibandingkan penampilan John Mcain yang kaku dan terlihat tua.
Tiba-tiba saya ingin tahu banyak tentang Carla Bruni,40 tahun,wanita eksotis yang menikah dengan Presiden Perancis Nikolas Sarkozy pada Februari 2008.Sebuah tulisan di Vanity Fair menjadi pemicunya.Sebuah kata kunci di Google menuntun saya menelusuri Carla Bruni dan menemukan link-link yang mempertontonkan segala seluk beluk dan perilaku masa lalunya.Sejarah telah terbentuk ketika Nikolas Sarkozy yang menceraikan istrinya pada Oktober 2007,menikahi Carla Bruni yang merupakan seorang selebritis.Carla Bruni adalah kemolekan.Kemolekan jugalah yang membuat Carla Bruni mampu berada di lingkaran pergaulan pria-pria ternama.Carla Bruni adalah sisi lain dari kecantikan seorang wanita yang mampu lebur dalam diri menjadi daya yang menghipnotis laki-laki.
..............keasingan yang kian jauh
wahai, telah kupintal semuanya. juga lagu-lagumu yang pahit
tentang jendela-jendela di kota tua. kau mengintip sinar bulan
menyerahkan bibir jambu itu seraya memintaku melukis kunang-kunang
tapi aku digulung kelam, kekasih. rindu seolah cair terbawa matahari
sedangkan cawan yang kau berikan pecah oleh nasib
kemarilah, sebelum kereta itu tinggal lengking
malam singgah di lengang-lengang. warung kecil tepi jalan
dan ciumanku yang tak selesai. adalah kenangan yang merebut hari esok
"kita hanya pejalan yang pasti tua pada saatnya!"
pelangi mengabur. di ujung jalan itu airmatamu tak terjalin lagi; derai
tapi di dinding kamar, lukisan cinta itu akan terus ada ( kutipan sajak Iyut Fitra dalam "SEBUAH KERETA YANG TAK PERNAH KAU KENAL")