Dari balik jendela
ImageAda beberapa cara lafal bunyi untuk menyebut nama Yogyakarta.Orang-orang di tempat kelahiran saya di Bantul sana menyebutnya dengan "Yugjo" dengan bunyi o seperti pada pengucapan "monggo","telo" dan "o"-"o" lain dalam umumnya kosa kata Jawa.Namun ada pula yang lebih suka menyebutnya dengan Jogja.Dan rasanya kebanyakan orang lebih sering mengucapkan kata ini dibandingkan misalnya kata "Yogyakarta" yang memang merupakan penyebutan resmi kota Yogyakarta dalam struktur pemerintahan.Maka kalau anda berada di Yogyakarta dan kebetulan berbincang dengan warga Yogyakarta dan mereka menyebut "Yugjo" ataupaun "Jogja" maka pengertian yang dimaksud adalah Yogyakarta.Barangkali hanya Yogyakarta sajalah,satu tempat yang penyebutan namanya bisa berbeda-beda.


Read more...
 
Manusia diturunkan ke bumi dalam keadaan telanjang.Tentunya Tuhan tidak serta merta menurunkan manusia ke muka bumi dan langsung menguasai teknologi pembuatan pakaian.Seperti juga yang dialami nenek moyang kita Adam dan Hawa seperti yang dikisahkan dalam kitab-kitab suci.


Read more...
 

Image Setidaknya,saya mengalami 3 peristiwa kematian yang begitu menarik perhatian banyak orang.Meninggalnya Sri Sultan Hamengkubuwono IX,Pak AR Fachrudin (mantan Ketua Umum Muhammadiyah ) dan terakhir tentu saja meninggalnya mantan Presiden Soeharto.Dengan segala kenangan yang ada masing-masing meninggalkan kesan di benak banyak orang.



Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Results 9 - 11 of 11

Indonesia Joomla Topsites
Add to My Yahoo!
Add to Google
created by: Max
This is my Google PageRank™ - SmE Rank free service Powered by Scriptme

Author

tear-drop1.jpg
belum sempat kutebus cahaya, redup itu belah dari cermin.berderai menjadi lanskap malang.gurun pasir-pasir tersangai.matahari tua ke arah barat. bergelimun tanpa bayang-bayang.“aku akan pulang!" kudengar suaramu perih seperti letusan tengah malam.tapi yang kugambar kemudian, adalah sebuah kereta yang tak lagi pernah kembali.aku tak ingin melukis wajahmu yang termangu di jendelanya.pohon-pohon tertinggal.karib desah desau sunyi.rambutmu memang belum selesai kuhitung.baru sebahu gerai. atau sebatas malam terlanjur cepat.tapi langit-langitku terperangkap cermin pecah, dan seekor kunang-kunang menyiang sepi sendiri.ke sana, ke negeri yang bergelombang, “aku akan pulang!" katamu tak tertegah.tiba-tiba kubayangkan sebuah perang yang angkuh telah menunggumu.(kutipan sajak Iyut Fitra dalam "Kunang-kunang dan gambar sebuah kereta")

Syndicate

Who's Online

We have 1 guest online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday166
mod_vvisit_counterYesterday224
mod_vvisit_counterThis week390
mod_vvisit_counterThis month1411
mod_vvisit_counterAll37790