Dari balik jendela
Fri 21 Mar 2008
| ||||||||||
| ||||||||||
| << Start < Prev 1 2 Next > End >> | ||||||||||
| Results 9 - 11 of 11 | ||||||||||
Author
belum sempat kutebus cahaya, redup itu belah dari cermin.berderai menjadi lanskap malang.gurun pasir-pasir tersangai.matahari tua ke arah barat. bergelimun tanpa bayang-bayang.“aku akan pulang!" kudengar suaramu perih seperti letusan tengah malam.tapi yang kugambar kemudian, adalah sebuah kereta yang tak lagi pernah kembali.aku tak ingin melukis wajahmu yang termangu di jendelanya.pohon-pohon tertinggal.karib desah desau sunyi.rambutmu memang belum selesai kuhitung.baru sebahu gerai. atau sebatas malam terlanjur cepat.tapi langit-langitku terperangkap cermin pecah, dan seekor kunang-kunang menyiang sepi sendiri.ke sana, ke negeri yang bergelombang, “aku akan pulang!" katamu tak tertegah.tiba-tiba kubayangkan sebuah perang yang angkuh telah menunggumu.(kutipan sajak Iyut Fitra dalam "Kunang-kunang dan gambar sebuah kereta")
Syndicate
Who's Online
We have 1 guest online





![]() | Today | 166 |
![]() | Yesterday | 224 |
![]() | This week | 390 |
![]() | This month | 1411 |
![]() | All | 37790 |




Ada beberapa cara lafal bunyi untuk menyebut nama Yogyakarta.Orang-orang di tempat kelahiran saya di Bantul sana menyebutnya dengan "Yugjo" dengan bunyi o seperti pada pengucapan "monggo","telo" dan "o"-"o" lain dalam umumnya kosa kata Jawa.Namun ada pula yang lebih suka menyebutnya dengan Jogja.Dan rasanya kebanyakan orang lebih sering mengucapkan kata ini dibandingkan misalnya kata "Yogyakarta" yang memang merupakan penyebutan resmi kota Yogyakarta dalam struktur pemerintahan.Maka kalau anda berada di Yogyakarta dan kebetulan berbincang dengan warga Yogyakarta dan mereka menyebut "Yugjo" ataupaun "Jogja" maka pengertian yang dimaksud adalah Yogyakarta.Barangkali hanya Yogyakarta sajalah,satu tempat yang penyebutan namanya bisa berbeda-beda.
Setidaknya,saya mengalami 3 peristiwa kematian yang begitu menarik perhatian banyak orang.Meninggalnya Sri Sultan Hamengkubuwono IX,Pak AR Fachrudin (mantan Ketua Umum Muhammadiyah ) dan terakhir tentu saja meninggalnya mantan Presiden Soeharto.Dengan segala kenangan yang ada masing-masing meninggalkan kesan di benak banyak orang.








