Belakangan Pasha Ungu menonjok mata dalam tayangan-tayangan di televisi.Bukan mengenai peluncuran album dari grupnya,Ungu,tapi tayangan tadi berkaitan dengan gugatan cerai istrinya yang tengah hamil 5 bulan.Dan seperti biasanya, televisi dengan genit menayangkan hal itu berulang-ulang demi pemasukan sebuah iklan.Narasi dari si pembawa acara dibuat sedemikian rupa sehingga hal itu menjadi terlihat menghebohkan dan menjadi pembicaraan di sela-sela kesibukan kerja.Ah...bergunjing ternyata begitu nikmatnya.
Perempuan itu terlihat cantik.Beberapa teman dekatnya mengutarakan hal yang senada.Dalam usianya yang ke 30 tahun penampilannya nampak tetap terjaga.Tak terlihat lemak menimbun di bagian tubuhnya.Hal itu diraih berkat disiplin diri dalam pola hidup dan perawatan diri.Namun di usianya yang ke 30 tahun itu juga dia nampak resah.Dan keresahan itu diungkapkan dalam pembicaran panjang melalui telepon yang memaksa saya hanya mengucapkan "hooh" di sela-sela perkataannya.
Keihklasan itu tak terukur.Tak ada parameter yang bisa digunakan untuk mengukur sebuah keikhlasan.Toh kemudian terjadi kesepakatan bahwa sebuah keikhlasan mestinya tak mengharap sebuah imbalan atau tanpa pamrih.Meski dalam prakteknya perbuatan tanpa pamrih menjadi sulit untuk dijelaskan.Jangankan hubungan antar manusia,hubungan kita dengan Tuhan pun dilandasi dengan pamrih.Maka kemudian diambil jalan sederhana,bahwa sebuah pemberian tentunya tidak mengharapkan imbal balik dari yang diberi bantuan,itulah yang diberi nama ikhlas.
Acara buka bersama adalah kesempatan untuk bertemu teman-teman lama.Dan secara tak terduga,saya bertemu teman yang sudah hampir mencapai hitungan tahun tidak pernah bertemu.Setelah berbasa-basi sejenak,teman tadi bertanya,"Masih kerja di tempat yang dulu...?".Saya mengangguk.Barangkali saya memang sudah terlampau tua untuk punya minat dan kemampuan berpindah-pindah kerja."Terkecuali menjadi Pegawai negeri,Jangan terlampau lama bekerja di satu tempat",demikian sang teman tadi melanjutkan,"Paling lama 3 tahun,setelah itu mestinya kau mencari pekerjaan di tempat lain".
"Kenapa...?',saya menyela.
"Ketergantungan...Semakin lama kamu bekerja di sebuah perusahaan,maka semain lama juga kamu akan menjadi begitu tergantung dengan perusahaan itu".
Saya hanya menjawab dengan senyum.Teman tadi memang mampu berpindah-pindah kerja secara ekstrem dan seperti yang dikatakannya dia hanya bertahan paling lama 3 tahun pada sebuah perusahaan.
..............keasingan yang kian jauh
wahai, telah kupintal semuanya. juga lagu-lagumu yang pahit
tentang jendela-jendela di kota tua. kau mengintip sinar bulan
menyerahkan bibir jambu itu seraya memintaku melukis kunang-kunang
tapi aku digulung kelam, kekasih. rindu seolah cair terbawa matahari
sedangkan cawan yang kau berikan pecah oleh nasib
kemarilah, sebelum kereta itu tinggal lengking
malam singgah di lengang-lengang. warung kecil tepi jalan
dan ciumanku yang tak selesai. adalah kenangan yang merebut hari esok
"kita hanya pejalan yang pasti tua pada saatnya!"
pelangi mengabur. di ujung jalan itu airmatamu tak terjalin lagi; derai
tapi di dinding kamar, lukisan cinta itu akan terus ada ( kutipan sajak Iyut Fitra dalam "SEBUAH KERETA YANG TAK PERNAH KAU KENAL")