You are here >
Thu
11
Mar 2010
| Oleh-oleh....... |
|
|
| Thursday, 02 April 2009 12:38 | |
Perjalanan itu identik dengan titipan oleh-oleh.Titipan oleh-oleh bisa saja dianggap sebagai doa,agar perjalanan yang dilakukan selamat sampai tujuan.Soal apakah sebuah titipan oleh-oleh itu dianggap sebagai sebuah hal yang merepotkan,tentunya merupakan hal yang lain.Oleh-oleh menjangkau batas kehangatan sebuah hubungan antar personal.
Oleh-oleh juga berkaitan dengan kekhasan sebuah daerah.Masing-masing daerah mempunyai makanan khas yang melegenda.Tentu saja nilai khas tadi semakin tinggi jika oleh-oleh tadi hanya tersedia di daerah asal.Di Jakarta,makanan khas beberapa daerah dengan mudah bisa di dapatkan di sini.Meski demikian indra pengecap rasa tersugesti sedemikian rupa,bahwa makanan yang dibeli di daerah asal jauh lebih enak dibandingkan di beli di tempat lain.
Ketika kantor menugaskan saya ke Medan,daftar titipan oleh-oleh itu sedemikian panjang.Apalagi kalau bukan makanan legendaris Medan,Bika Ambon dan Bolu gulung Meranti.Titipan oleh-oleh dari temen-temen kantor,keluarga,tetangga dan mereka yang mengetahui keberangkatan saya.Ternyata kesibukan kerja,sangat menyita waktu.Dan bukan merupakan sebuah kesengajaan ketika kesempatan untuk berbelanja oleh-oleh tadi benar-benar terlewatkan.Setiba di Bandara Soekarno Hatta ,hati saya miris membayangkan betapa kecewa mereka yang berada di rumah,ketika saya kembali ke rumah dengan tangan kosong.
Akhirnya saya memutuskan untuk berburu oleh-oleh khas Medan di Jakarta.Seorang teman merekomendasikan sebuah toko di kawasan Radio Dalam.Konon kata sang teman,toko tersebut menjual oleh-oleh dari berbagai daerah."Itu toko tipu-tipu istri",demikian sang teman menyebut.Maksudnya karena merasa repot membawa oleh-oleh diperjalanan,maka oleh-oleh di beli di toko tersebut.Banyak blog yang mereviewnya sebagai toko yang mempunyai koleksi makanan khas dari berbagai daerah.Konon oleh-oleh dari Medan pun tersedia di sana.Masukkan saja Nusa Indah,nama toko oleh-oleh tersebut,maka Google akan menampilkan blog-blog yang mereviewnya.
Dari situs Female Radio ,saya mendapatkan nomor telepon toko tersebut.Restoran yang merangkap toko oleh-oleh tersebut ternyata hanya mempunyai koleksi makanan khas dari solo,surabaya dan daerah seputar Jawa Tengah dan Jawa Timur.Tentunya ini berkaitan dengan daya tahan makanan khas tersebut.Kue basah yang biasanya hanya bertahan seminggu pastinya beresiko tinggi kalau disediakan stocknya.Si Mbak yang menerima telepon,mengatakan kalau untuk bolu gulung dan bika ambon mesti pesan dulu.
Perburuan saya berakhir,ketika menemukan sebuah alamat yang menjual oleh-oleh khas Medan dengan sangat komplet.Sylvie Bika Ambon dan Snack Shop yang berpusat di Cempaka Putih ini,ternyata memiliki cabang yang menjangkau hampir seluruh wilayah Jakarta.Di Bandara Soekarno Hatta dan Stasiun Gambir pun tersedia.Sayang saya terlambat mengetahuinya.Koleksinya lengkap,mulai dari bika ambon,bolu gulung,kacang medan,syrup marquisa dan syrup terong belanda.
Ketika saya kemudian membelinya,saya tidak tega untuk mencantumkan merk yang tertera di dus."Bisa tukar dus yang polos",tanya saya.
"Buat titipan oleh-oleh ya...?". Saya mengangguk.Sesampai di rumah dan ternyata saya mesti berbohong berkali-kali,"Nih..paket oleh-oleh nya dah sampai.Sengaja saya alamatkan kantor biar cepat sampai".Seluruh rumah menyambutnya dengan binar mata yang merona.Saya ingat,itu binar mata yang dahulu juga saya punya ketika menyambut oleh-oleh orang tua yang baru pulang berpergian.Rasanya,saya merasa tak perlu merusak suasana dengan menceritakan dimana oleh-oleh itu saya dapatkan.
|


Perjalanan itu identik dengan titipan oleh-oleh.Titipan oleh-oleh bisa saja dianggap sebagai doa,agar perjalanan yang dilakukan selamat sampai tujuan.Soal apakah sebuah titipan oleh-oleh itu dianggap sebagai sebuah hal yang merepotkan,tentunya merupakan hal yang lain.Oleh-oleh menjangkau batas kehangatan sebuah hubungan antar personal.