You are here >
Fri 12 Mar 2010
Rumah sederhana sekali...... Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Esha   
Wednesday, 03 June 2009 11:16
ImageSejatinya,saya tidak terlampau mengerti mengenai pembuatan design rumah.Insinyur bukan,arsitek apalagi.Entah dapat bisikan syetan dari mana,tiba-tiba seorang teman membuat permintaan yang saya tak cukup tegar untuk menolaknya."Sha,bikinan sket untuk design rumah dong,design rumah tumbuh",demikian permintaan seorang teman.Tentunya yang dimaksud rumah tumbuh adalah rumah yang didesign sedemikian rupa sehingga bisa dilakukan pembangunan atau renovasi secara bertahap.

Saya tidak berani menjanjikan terlampau lebih.Yang paling memungkinkan adalah membantu dalam sket pembagian ruangnya.Lebih dari itu,segalanya menjadi tak terjangkau bagi saya.Ternyata lahan yang dimiliki teman saya tergolong lumayan.Rupanya pengembang perumahan di daerah jauh lebih bermurah hati.Dibanding pengembang perumahan di Tangerang misalnya,yang biasa mematok lahan seluas 60 m2 untuk rumah sederhana,teman saya mendapatkan lahan dengan ukuran 82,5 m2 dengan lebar 5,5 m dan panjang 15 m dengan design awal seperti di {tpbox type={image} desc={Denah awal} text={gambar ini}  title={Galeri}}http://birulangit.net/images/stories/denah-awal-deni.jpg{/tpbox}.

Bagaimanapun juga,ketika mendesign pembangian ruang untuk sebuah rumah, saya tak bisa melepaskan dari ego saya.Yang pertama saya tak begitu suka halaman depan yang sempit.Bagaimanapun juga,menghabiskan halaman depan untuk sebuah ruangan membuat rumah terasa sempit dan pengap.Yang kedua saya menyukai ruangan yang lega,maka meski lahan sempit sebisa mungkin ada sebuah ruangan yang cukup lapang.Ini untuk mengakomodasi pemilik rumah apabila ingin mengadakan acara dengan banyak tamu di dalamnya,semisal waktu lebaran atau mengadakan pengajian,arisan keluarga dan sebagainya.Yang ketiga,saya menyukai rumah yang mengakomodasi pencahayaan dan sirkulasi udara yang cukup.Atas alasan ini pula dimungkinkan ada sebagian ruangan jemur dan cuci di belakang dapur yang dibiarkan terbuka tanpa atap.

Setelah contek sana contek sini,geser garis sana sini,akhirnya jadi juga design itu.Sayangnya saya gagal untuk menyelamatkan bangunan lama dengan utuh.Garis tembok bagian sebagian saya tarik kebelakang sejauh 1 meter agar halaman depan nampak lega.Kamar mandi dan toilet terpaksa juga digeser,agar ada ruangan lapang yang bisa digunakan untuk ruang keluarga,ruang tamu dan ruang makan.Dan hasil akhirnya adalah seperti {tpbox type={image} desc={Denah Pengembangan} text={gambar ini}  title={Galeri}}http://birulangit.net/images/stories/denah-akhir-deni.jpg{/tpbox}.Sebuah rumah dengan ruangan yang cukup komplit,meski masih perlu disiasati agar penempatan dan penggunaan perabot tidak membuat suasana menjadi sempit dan ruwet.Barangkali ada yang mau menambahkan.

Ilustrasi diambil dari sini.

 

Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:D:angry::angry-red::evil::idea::love::x:no-comments::ooo::pirate::?::(
:sleep::););)):0
Security
Please input the anti-spam code that you can read in the image.