You are here >
Wed
10
Mar 2010
| Mistik sejarah....... |
|
|
| Written by Esha | |||
| Saturday, 23 May 2009 12:35 | |||
Sejarah konon tidak berpihak.Sejarah hanya mencatat sebuah kejadian untuk untuk menyematkannya dalam catatan yang bisa ditelusuri pada masa datang.Kalau toh kemudian pada sebuah masa ,sejarah ternyata membawa keuntungan atau kerugian pada salah satu pihak,barangkali memang demikianlah sejarah berkehendak.Data dan fakta tidak bohong bahwa ada kecenderungan kejadian yang sama berulang dalam sejarah.Meski sejarah juga berhak untuk mencatatkan diri bahwasanya selalu ada yang pertama dari perulangan kecenderungan yang sama pada kejadian di masa lalu.
Sejarah nampaknya berpihak kepada Manchester United.Klub yang bermarkas di Old Trafford,Manchester itu selalu mempunyai kenangan manis dalam kompetisi antar klub Eropa yang kemudian dikenal dengan nama Liga Champions.Tiga kali ( empat kali dengan tahun ini ) Manchester United maju ke babak final Liga Champions,tiga kali pula Manchester United menjadi
juara.Artinya Manchester united belum pernah mengalami kekalahan di partai final Liga Champions. Pada tahun 1968 untuk pertama kalinya Manchester United melaju ke babak final kompetisi antar klub Eropa itu.Di Stadion Wembley,Manchester United menjadi juara setelah mengalahkan Benfica 4-1.Pada tahun 1999 kejadian berulang lagi,ketika Manchester United memetik kemengan di menit-menit akhir dengan mengalahkan Bayern Munich 2-1.Dan sejarah tampaknya tak bosan untuk mengulangnya,ketika pada tahun 2008 lalu kembali Manchester united menjadi juara setelah menang melalui adu penalti melawan Chelsea. Perulangan sejarah yang dialami Manchester United,ternyata tidak dialami partai politik pemenang pemilu di negara kita.Sejarah mencatat,setidaknya sejak era reformasi,partai pemenang pemilu selalu gagal menempatkan kadernya menjadi presiden.Kalau kita ingat,pada pemilu tahun 1999,PDIP keluar sebagai pemenang pemilu.Meski kemudian Megawati menjadi presiden,namun pada awalnya rekayasa Poros Tengah di MPR sukses menjegal Megawati untuk kemudian mengantarkan Abdurahman Wahid menjadi Presiden.Pun demikian kejadian pada pemilu 2004.Pada pemilu 2004 Partai Golkar tampil sebagai pemenang pemilu legislatif.Namun pada pemilihan presiden justru kader yang dijagokan partai Golkar mengalami kekalahan. Pada hari-hari kedepan,masihkah sejarah juga akan berlaku hal yang sama.27 Mei 2009 nanti,untuk ke 4 kalinya Manchester United kembali maju ke babak final Liga Champions.Demikian juga 8 Juli 2009 nanti,masihkah partai pemenang pemilu juga gagal mengantarkan kadernya menjadi RI-1?.Untuk hal yang pertama,saya masih berharap kejadian akan berulang kembali.Sementara untuk yang kedua,saya jauh lebih netral,silahkan siapapun yang akan menjadi presiden.Dan teka-teki sejarah akan terjawab dalam waktu tak lama lagi....
|


Sejarah konon tidak berpihak.Sejarah hanya mencatat sebuah kejadian untuk untuk menyematkannya dalam catatan yang bisa ditelusuri pada masa datang.Kalau toh kemudian pada sebuah masa ,sejarah ternyata membawa keuntungan atau kerugian pada salah satu pihak,barangkali memang demikianlah sejarah berkehendak.Data dan fakta tidak bohong bahwa ada kecenderungan kejadian yang sama berulang dalam sejarah.Meski sejarah juga berhak untuk mencatatkan diri bahwasanya selalu ada yang pertama dari perulangan kecenderungan yang sama pada kejadian di masa lalu.