You are here >
Fri 12 Mar 2010
Karen Agustiawan....... Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Saturday, 21 February 2009 04:15
Perempuan cantik itu bernama Galaila Karen Agustiawan.Banyak yang terkejut ketika Presiden SBY memilihnya untuk menggantikan Ari H Sumarno sebagai Direktur Utama Pertamina.Terlahir di Bandung 19 Oktober 1958,wanita sarjana fisika ITB ini terlihat jaub lebih muda dari usianya yang sudah setengah abad.Pesona kecantikan yang barangkali timbul karena kecerdasan yang dimilikinya.Galaila Karen Agustiawan adalah perempuan pertama yang memimpin perusahaan minyak nasional ini sejak Pertamina berdiri 51 tahun lalu.Galaila Karean Agustiawan juga pendobrak dominasi pria di jajaran direksi Pertamina.

Terhitung baru berkiprah di Pertamina,Karen Agustiawan memulainya sebagai staf ahli Direktur Utama Pertamina bidang hulu ( eksplorasi dan produksi ) migas pada Desember 2006.Hanya dalam tempo kurang dari 1,5 tahun,pada  Maret 2008,pemerintah mengangkat Galaila Karen Agustiawan sebagai Direktur Hulu Pertamina.Jalan nampaknya sangat lempang untuk Karen,karena kurang dari setahun kemudian Karena menduduki posisi puncak di Pertamina sebagai Direktur Utama.

Karen menambah jumlah sosok wanita yang mampu eksis di tengah hiruk pikuk laki-laki.Karen bukan dari bagian perempuan yang mampu menduduki jabatan tertentu karena kuota perimbangan gender dalam sebuah jabatan seperti yang pernah diperdebatkan dalam kuota anggota legislatif.Maka,selain sebagai sosok yang menyimpan kecantikan karena kecerdasannya,saya membayangkan Karen juga sosok bermental baja dan keras hati seperti Margaret Thatcher misalnya.Atau mungkin dalam tataran lain seperti Ratna Sarumpaet yang dalam langkah dan pembicaraannya adalah orang yang penuh keyakinan tanpa mesti menyimpan sebuah keraguan.

Namun keteguhan Galaila Karen Agustiawan sudah diuji oleh gaduhnya intrik politik negara kita.Karen Agustiawan tidak sekuat yang diduga.Bagaimanapun juga,Karen tetaplah seorang Ibu yang menyimpan kepekaan seorang wanita.Senin,16 Pebruari 2009,Karen Agustiawan meninggalkan rapat kerja dengan Komisi VII DPR dengan mata memerah dan berkaca-kaca."Kami akan jawab semua pertanyaan, bukan penghinaan. Untuk direksi disamakan dengan satpam, itu kan sudah keterlaluan," demikian kata Karen Agustiawan seperti dikutip Detik.

Persoalan ini sebenarnya dipicu oleh Surat yang ditandatangani oleh Corporate Secretary Pertamina.Surat ini berisi kekecewaan Pertamina karena dalam rapat dengar pendapat yang diselenggarakan sebelumnya,pokok pembahasan menyimpang jauh dari agenda yang telah dibuat bahkan anggota Dewan juga menanyakan soal proses pemilihan Dirut dan Wadirut Pertamina.Pertamina merasa anggota komisi VII bukannya melalukan dengar pendapat tapi berkesan mengadili Pertamina.Dan surat inilah yang membuat para anggota komisi VII tersinggung.

Sayang sekali,Karen Agustiawan mesti menodai fenomenal perjalanan karier profesionalnya dengan perselisihan yang menguras emosi melawan anggota DPR.Barangkali, Karen Agustiawan mesti ingat dengan sebutan anggota DPR sebagai "taman kanak-kanak" oleh Gus Dur tempo dulu.Atau Karen Agustiawan mestinya teringat bertele-telenya urusan Bank Indonesia dengan anggota dewan hingga muncul kasus aliran dana Bank Indonesia ke anggota dewan DPR beberapa waktu yang lalu.Sebagai pihak yang diawasi memang harus ikhlas kinerjanya di teliti dari waktu ke waktu.Meski itu juga tidak menjadikan pihak yang mengawasi bertindak semena-mena.

Kita berharap,Karen menjadi wanita pertama yang mampu membenahi kinerja Pertamina sehingga Pertamina menjadi perusahaan negara yang bisa bersih dan menguntungkan.Tetap semangat Bu Karen........

Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:D:angry::angry-red::evil::idea::love::x:no-comments::ooo::pirate::?::(
:sleep::););)):0
Security
Please input the anti-spam code that you can read in the image.