You are here >
Fri 12 Mar 2010
Bom kesiangan..... Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Thursday, 16 July 2009 11:00
Dalam beberapa kasus peledakan bom,biasanya ada pesan yang terkandung di dalamnya.Sebuah pesan perlawanan,protes atau peringatan.Maka setelah bom meledak,biasanya ada kelompok atau seseorang yang menyatakan bertanggung jawab atas kejadian itu sebagai penegasan atau jati diri perlawanan kelompok tersebut.Namun bom yang dalam beberapa tahun menghantui negara kita adalah sebuah kekhususan,dimana tak pernah ada kelompok yang secara terbuka membuat sebuah pesan sebagai kelompok yang bertanggung jawab.Maka dugaan dan prasangka berkembang liar tanpa adanya pembenaran ataupun bantahan.


Salah satu dugaan dan analisa yang paling gampang tentang bom yang meledak di Hotel JW Mariot dan Ritz Carlton adalah mengaitkan peristiwa bom itu dengan pemilihan presiden.Ketika masuk ke lobby kantor dan orang ramai membicarakan tentang peristiwa peledakan itu,maka analisa awam tersebutlah yang pertama kali mengemuka.Analisa awam itu sekaligus merentangkan telunjuk kepada salah kubu pasangan.Apalagi kubu pasangan calon presiden tersebut begitu gigih mempermasalahkan tentang proses pemilihan umum yang terkait dengan daftar pemilih tetap.

Ketika kemudian presiden SBY mengadakan jumpa pers menyampaikan sikap dan tindak lanjut pemerintah,analisa awam soal peledakan bom tersebut seolah mencapai titik temu.SBY menyebut daracula dari masa lalu."Barangkali ada di antara kita yang di waktu lalu melakukan kejahatan, membunuh, menghilangkan orang, dan para pelaku itu barangkali masih lolos dari jeratan hukum, kali ini negara tidak boleh membiarkan mereka menjadi drakula dan penyebar maut di negeri kita,"



SBY juga mengungkapkan sebuah informasi intelijen tentang upaya kelompok tertentu yang melakukan latihan menembak dengan foto dirinya sebagai sasaran.Masih dari informasi intelijen juga SBY mengungkap upaya menggagalkan pemiliha presiden dengan menyebut upaya pendudukan KPU,membuat negara Indonesia seperti pemilu di Iran dan menyebut SBY tidak bisa dilantik lagi sebagai presiden.



SBY jelas sangat berduka.Kita semua sangat berduka dengan traggedi ini.Namun ketika menyampaikan sebuah informasi intelijen dalam satu kemasan dengan peristiwa peledakan JW Marriot dan Ritz Carlton,suka atau tidak suka memberikan persepsi bahwa SBY mengaitkan peristiwa peledakan bom dengan pilres.Dan tanpa diperintahpun pihak yang tersengat oleh pernyataan SBY langsung mengadakan konferensi pers.Lucunya ,meski mengadakan konferensi pers namun Prabowo mengatakan tidak merasa sebagai pihak yang tertuduh atas pernyataan SBY tersebut.

Kalau dilihat dari garis perjuangan penggiat teroris terkait dengan sikap AS dengan dunia Islam yang selama ini menjadi pemicu bagi terjadinya teror bom,maka bom ini menjadi bom yang kehilangan momentumnya.Setidaknya,pemerintahan Bush di AS sana telah berganti Barack Obama.Meski belum menunjukkan hasil yang menggembirakan,setidaknya Obama belum melakukan hal-hal yang mampu membangkitkan sentimen antipati terhadap AS dan kelompoknya.Isu paling mutakhir justru dari China,dimana pemerintah China berkehendak menggusur komunitas Muslim Uighur.Meski China telah melakukan kampanye strike hard dari tahun 1996 yang kebijakan memperketat pengendalian terhadap kegiatan agama bagi orang Uighur,namun masalah ini nampaknya tak terlampau membangkitkan minat untuk membangkitkan sentimen kebencian golongan keras terhadap pemerintah China.

Din Syamsudin dan Hasyim Muzadi dari dua ormas Islam besar di Indonesia buru-buru mengeluarkan pernyataan agar tidak mengaitkan peristiwa ini dengan Islam.Kalau toh kemudian memang peristiwa ini terkait dengan hiruk pikuk politik di negara kita,saya teringat dengan pernyataan Soeharto di akhir era pemerintahannya,"Kalau ada yang akan memperjuangkan aspirasi dan kepentingan politik dengan cara yang tidak konstitusional,akan saya gebuk".Seharusnya demikian,siapapun yang mengganggu jalannya kedamaian di negeri ini harusnya segera digebuk,meski pun itu berkaitan dengan pihak asing misalnya.

Sebelum sebuah tudingan itu menunjuk pihak lain,barangkali kita harus mengingat apa yang pernah dikatakan Rudini di masa lalu,bahwa ketika jari tangan kita menunjukkan tudingan ke orang lain,janganlah lupa bahwa ke empat jari tangan kita sebenarnya menunjuk ke kita sendiri.Ketika air itu telah mengeruh apalah gunanya membuatnya menjadi lebih keruh lagi.

Gambar milik Yauhui

Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:D:angry::angry-red::evil::idea::love::x:no-comments::ooo::pirate::?::(
:sleep::););)):0
Security
Please input the anti-spam code that you can read in the image.