You are here >
Fri
12
Mar 2010
| Wajah sedap Barack Obama....... |
|
|
| Sunday, 02 November 2008 09:38 | |||
![]() Siapa yang masih percaya bahwa tampilan kecantikan dan ketampanan seseorang di hubungkan dengan warna kulit yang biasanya diidentikkan dengan warna kulit putih?.Meski banyak orang terdorong untuk percaya dengan iklan-iklan pemutih kulit dan terjebak dalam opini kasta warna kulit,namun hal ini tidak berlaku ketika membandingkan sedapnya penampilan 2 calon presiden AS dari Partai Republik dan Partai Demokrat ,John McCain dan Barack Obama .Meski berkulit hitam wajah Obama jauh lebih enak dipandang,lebih tampan dan terlihat lebih bersahabat dibandingkan penampilan John Mcain yang kaku dan terlihat tua.
Tentunya tak ada hubungan langsung antara wajah tampan dan kinerja.Namun tentunya kita sepakat bahwa wajah yang sedap dipandang tetaplah berbeda dengan wajah muram,sinis ataupaun roman muka lain yang serba menjengkelkan di dalam pandangan mata.Ini sama sekali bukan bentuk diskriminasi antara si wajah tampan dan si wajah buruk.Namun penampilan roman muka konon juga merupakan cerminan jiwa seseorang.Anda bayangkan,Billy Drago ,tokoh antagonis dalam film-film Hollywood sekalipun berwajah tampan toh tak bisa menyembunyikan kesan sinis yang dibentuk dari peran dia di film.Seandainya Billy Drago turut mencalonkan diri menjadi Presiden AS,pastinya poster kampanyenya akan dipenuhi wajah dirinya lengkap dengan tarikan ujung bibir yang sinis.
Demikian pula kalau dibandingkan dengan wajah George Walker Bush ,presiden AS yang akan segera mengakhiri masa jabatannya.Tarikan yang terbentuk diantara kedua matanya menyiratkan arogansi dan ketidakramahan.Karena arogansi itu pula Bush membawa AS dalam pergaulan dunia dalam kasta tinggi yang diciptakan sendiri.AS menasbihkan diri sebagai pionir demokrasi.AS juga membawa diri sebagai pengawas dan penjaga perdamaian dunia.Setelah era perang dingin dengan ditandainya runtuhnya Uni Sovyet,AS memang "bermain" sendiri tanpa menemukan lawan yang sepadan.Maka,bagi Bush bukan sebuah dosa,kalau kemudian AS menurunkan pasukannya di Afghanistan dan juga menginvasi Irak.Toh,alasan untuk itu tinggal dijejalkan ke berbagai media informasi dimana AS memang menguasai sumber-sumbernya. Wajah Bush menjadi wajah yang tidak ramah di mata kalangan negara ketiga dan dunia Islam.Bahkah ,di Amerika Latin, AS menjadi musuh bersama dengan Hugo Chavez ,presiden Venezuela sebagai salah satu pionirnya.Wajah AS di bawah Bush adalah wajah berstandar ganda,dimana sebagai pionir demokrasi dan penegak HAM justru menebar teror kekerasan yang tak berujung.Wajah AS menjadi buram dan buruk ditandai merebaknya kebencian sejumlah kalangan yang menebar ancaman di sejumlah properti pemerintah AS di berbagai belahan dunia.Bahkan pemerintahan Bush semakin tak bisa lepas dari predikat buruk ketika di akhir pemerintahan justru dilanda krisi ekonomi yang kemudian menyebar ke negara-negara lain. Kalau Barack Obama terpilih menjadi presiden AS dalam pemilihan yang akan dilangsungkan 4 November besok,maknanya adalah Barack Obama membawa sikap sensitifitas kalangan minoritas.Sebagai warga kulit hitam yang notabene bukan warga mayoritas di sana,maka setidaknya Barack Obama tidak lagi membawa sikap arogan Bush.Seorang dari kalangan minoritas yang berpikir sebagai kalangan minoritas pula.Maka AS di bawah Obama tak lagi sewenang-wenang terhadap negara-negara ketiga.AS dibawah Obama juga bergaul dengan wajah lebih ramah di kalangan negara-negara Islam.Pada gilirannya AS menjadi sosok yang punya etika dalam pergaulan internasional dan tidak lagi ikut campur urusan dalam negeri sebuah negara dengan ancaman tekanan ekonomi dan kemanan.Barangkali Obama akan mewujudkan harapan itu dan bukan menjadi seperti Michael Jackson yang lupa akan kodrat hitamnya.
|



