| Gadis bertato naga....... |
|
|
| Friday, 11 January 2008 06:31 | |
![]() Malam belum sepenuhnya larut.Namun tubuhku membeku terjebak dalam hujan tak berkesudahan.Sisa-sisa perjuanganku menerobos lebatnya hujan masih nampak.Jaket yang kukenakan sedikit basah.Bekas percikan air tertata sporadis di pakaian yang aku kenakan.
Aku menyempil di sudut sebuah halte bus.Mataku nyalang menatap hujan yang tak kunjung tiris.Aku memaki sejadi-jadinya.Kalau saja aku pulang lebih awal mungkin tubuhku sudah berada dipembaringan dengan mengenakan selimut tebal yang hangat. Tak banyak yang berteduh di halte itu.Di sudut lain beberapa anak muda duduk berpasangan.Mereka tenggelam dalam perbincangan masing-masing.Mungkin mereka sedang berpacaran.”Ah,sampai pagi hujan tak reda pun mereka betah”,batinku. “Sory…”,mendadak aku dikejutkan sebuah suara.Seorang gadis melompat ke dalam halte.Rambutnya yang tergerai cukup panjang membuat air memercik seiring lompatannya yang terburu-buru.Seorang gadis yang sangat cantik. Gadis itu mengibaskan rambutnya.Pandangannya acuh tak menghiraukan sekelilingnya.Ingin aku menyapanya,namun hasratku selalu lebih besar dari nyaliku.Kupilih kata-kata yang tepat untuk mebuka pembicaraan dengannya. Tak berapa lama sebuah mobil van berhenti.Dari dalam mobil nampak seseorang keluar dengan membawa payung.Gadis disampingku melambai-lambaikan tangannya.Rupanya mobil itu menjemput gadis yang berdiri disampingku.Sebelum gadis itu masuk mobil,dia mendekat ke arahku sambil berbisik,”Namaku Olivia”.Aku tergagap.nafasnya hangat menerpa wajahku dan harum seharum nafas bayi.Gadis itu kemudian berlari meninggalkanku dengan tawanya yang berderai-derai. ******** Siang itu toko buku Gramedia ramai sekali.Maklum saja menjelang malam minggu dan tanggal muda selalu saja tempat-tempat perbelanjaan dipenuhi pengunjung.Seperti saat sebelumnya ,aku selalu menyempatkan untuk berkunjung ke toko buku.Entah untuk sekedar membaca-baca secara gratis.Atau juga melihat-lihat buku baru yang menarik untuk dibeli.Rak majalah sudah kutelusuri,kemudian rak bahasa dan sastra,komputer,sampai tak terasa kakiku menjadi pegal karena sudah terlampau lama berdiri. Di pojok ruangan seorang gadis nampak asyik membaca buku tak menghiraukan sekelilingnya.Badannya disandarkan ke rack buku sementara kakinya disilangkan.Sekilas terbaca judul buku yang dibacanya,”Strategi perang Sun Tzu”. Olivia menunjukkan buku yang dibacanya. Olivia bercerita bahwa dia berprofesi sebagai penari.Pada mulanya dia adalah penari yang menarikan tari-tari tradisional.Sayangnya,kesempatan untuk mencari penghidupan sebagai penari sangat terbatas.Olivia pun banting setir menjadi penari modern di klub-klub malam. “Masyarakat kita adalah masyarakat feodal,maka dalam segala hal pun masyarakat mengelompokkan segala hal dalam kasta,termasuk profesi”,Olivia menlanjutkan pembicaraan. ********* Malam harinya aku menepati janjiku untuk datang ke tempat Olivia menari.Malam itu sebuah klub motor besar merayakan hari jadinya.Salah satu hiburan yang disajikan adalah kelompok penari dimana Olivia bergabung. Dan benar saja,ketika musim berdentam-dentam,maka kelompok penari itu pun memainkan gerakan-gerakan yang sexy.Penonton bersorak sorai.Makin lama-gerakan itu semakin panas.Ketika kulihat Olivia memainkan gerakan tarinya,aku membuang muka.Tidak tega rasanya melihat bagian-bagian tubuh Olivia dipelototi para penonton.”Mereka pasti membahas bagian-bagian tubuh itu dengan pikiran cabul”,batinku. Aku tidak tahan lagi untuk terus berada di dalam.Aku keluar ruangan menghindar dari suara riuh rendah yang memekakkan telinga.Aku memilih duduk menyalakan rokok sembari menunggu Olivia menyelesaikan acaranya. ********** Aku hati-hati membungkus buku itu.Kuberi pita biru dan sebuah tulisan.Berkali – kali aku mebacanya ,setelah dirasa cukup aku membungkusnya lebih rapi.Sebuah buku lain tentang strategi Sun Tzu.Hari ini Olivia berulang tahun.Sengaja aku memberikan buku ini karena ingat kata-kata Olivia,”hidup adalah peperangan,maka hidup perlu sebuah strategi.” Semalam saat jam 12 aku menuliskan SMS kepadanya sebuah ucapan selamat ulang tahun.Belum dibalas.Mungkin saat itu Olivia sedang menari.Atau mungkin saat ini Olivia sedang tidur setelah bekerja sampai dini hari. Benar saja,Olivia masih tertidur.Ketika membukakan pintu nampaklah wajah Olivia yang masih alami.Begitu cantik,rambut yang mengembang natural,tatapan mata yang jernih dan bau badan tanpa sentuhan parfum. “Sory..aku baru bangun”,kata Olivia. Olivia tersenyum untuk kemudian tertawa berderai.Olivia mengulurkan tangannya,kami bergandengan tangan. Semakin lama kami semakin mendekat.Nafas Olivia berdesir hangat di dadaku.Kuusap rambutnya pelan-pelan,rambut yang beroma melati.Dan semakin lama dengus nafas kami semakin cepat dan semakin tak beraturan.Jiwa kami melayang menuju langit antah berantah. Note: Gambar milik Eurocrime
|



